Pesawat Lion Air Jatuh

Pengamat Sarankan Lion Air untuk 'Istirahat' Mengudara Sementara Waktu

Pertama, para direksi diharapkan mengambil keputusan bulat agar maskapai ini menyatakan diri untuk 'istirahat" terbang selama rentang waktu

Pengamat Sarankan Lion Air untuk 'Istirahat' Mengudara Sementara Waktu
Dok Lion Air
Pesawat Lion Air PK-LQP. 

TRIBUNSOLO.COM - Berulangkali permasalahan seakan terus menerpa maskapai Lion Air.

Dari berbagi permasalahan tersebut, secara hipotetis bisa memperbesar kepercayaan publik, bahwa maskapai ini belum termasuk kategori aman untuk digunakan sebagai alat trasportasi udara.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner, Emrus Sihombing, menyebut sudah saatnya perusahaan ini perlu instrospeksi diri secara internal dan menyampaikan kepada publik kekurangan-kekurangan yang ditemukan dalam pengelolaan Lion Air selama ini.

"Tidak perlu harus menunggu desakan dari publik maupun yang bisa jadi berdampak keluarnya surat peringatan atau pemberian sanksi dari Kementerian Perhubungan," ujar Emrus Sihombing, melalui keterangan resmi seperti dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, Kamis (8/11/2018).

Belum kering air mata keluarga para korban jatuhnya Lion Air pekan lalu yang diduga kuat menewaskan semua penumpang, muncul kejadian baru pesawat yang lain dari maskapai ini menabrak tiang di Bandara Fatmawati Bengkulu.

Permintaan Maaf Petugas Pemandu Pesawat Usai Insiden Lion Air Tabrak Tiang di Bandara Fatmawati

"Sebagai bagian dari pertanggungjawaban publik akibat manajemen Lion Air yang masih sangat memprihatinkan ini, sudah saatnya maskapai ini menyatakan diri 'istirahat' mengudara hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan," ujar Emrus Sihombing.

Masa rentang waktu "istirahat" itu, Emrus Sihombing menyarankan kepada direksi perusahaan Lion Air untuk bersungguh-sungguh berkontemplasi untuk menentukan satu pilihan dari tiga alternatif.

Pertama, para direksi diharapkan mengambil keputusan bulat agar maskapai ini menyatakan diri untuk 'istirahat" terbang selama rentang waktu yang belum ditentukan.

"Atau kedua, kemungkinan mempertimbangkan mengganti direktur utama Lion yang mampu melakukan revolusi mental kepada segenap manajemen dan karyawan di maskapai ini, tanpa kecuali," ujar Emrus Sihombing.

Dan terakhir perlu juga dipertimbangkan agar Lion Air merger dengan Citilink. (Tribunnews.com/Yanuar Nurcholis Majid)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Pengamat: Lion Air Tampaknya Perlu ''Istirahat'' Dulu"

Tags
Lion Air
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved