Anak Korban Persekusi: Disuruh Minum Air Kencing dan Kakinya Dibakar Teman-temannya

Korban disuruh menenggak air kencing temannya, kaki kiri korban juga mengalami luka bakar setelah di siram bensin dan di sulut api saat bermain.

Anak Korban Persekusi: Disuruh Minum Air Kencing dan Kakinya Dibakar Teman-temannya
TRIBUN MEDAN
Anak korban persekusi 

Kontan hal itu, membuat korban panik dan kesibukan bukan kepalang untuk memadamkan api tersebut.

Pengamat Politik: Prabowo dan Jokowi Sama-sama Membuat Kebisingan

Ibu MAS, URA mengatakan kejadian pembullyan yang dialami anaknya bukan baru kali ini terjadi.

Sebelumnya pernah badannya hingga lebam biru.

"Ini awalnya dia di bully suruh minum air kencing. Terus sesudah disuruh minum air kencing celananya dibakar. Karena MAS sedang memegang botol bensin, kareba kepanasan dilepaskan botol ditangannya itu dan tumpah serta menyambar semua ke kaki kirinya," kata URA, Jumat (9/11/2018)

"Anak yang bakar ini kurang lebih berumur 10 tahun, saya tidak terlalu kenal. Dan laporan telah diterima kemarin pukul 17.00 WIB," sambungnya.

Sedang Hoki, Soraya Rasyid Dapat Mic dari Axl Rose Saat Nonton Konser Guns N Roses

Sementara itu, MAS menceritakan bahwa ia saat itu sedang bermain dan awalnya dipaksa untuk meminum air kencing yang dibilang teh manis hingga akhirnya kaki kirinya dibakar.

"Di bilang dia waktu itu, minum-minum. Itu enak teh manis. Terus awak teriak bilang Mak tolong aku," kata MAS.

"Terus di paksanya lagi minum-minum. Awak minumlah rupanya air kencing. Karena di bilangnya teh manis. Setelah itu mereka tertawa," sambungnya.

Hingga kini pihak keluarga masih menunggu keadilan, atas tindakan persekusi yang dialami anak ketiga dari empat bersaudara tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Bocah Delapan Tahun Dipersekusi Temannya, Dibakar dan Dipaksa Minum Air Kencing
Penulis: M.Andimaz Kahfi

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved