Diduga Ditangkap Polisi Laut Myanmar, 16 Nelayan Aceh Tak Bisa Dihubungi Keluarga

Hingga kini nelayan Aceh itu hilang kontak dan tak dapat lagi dihubungi oleh pihak keluarga.

Diduga Ditangkap Polisi Laut Myanmar, 16 Nelayan Aceh Tak Bisa Dihubungi Keluarga
ARSIP KOMPAS TV
Ilustrasi nelayan. 

TRIBUNSOLO.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 16 nelayan Aceh yang menggunakan boat KM Bintang Jasa diduga telah tangkap di wilayah perairan yang berbatasan dengan Myanmar sejak Selasa (06/11/2018).

Hingga kini nelayan Aceh itu hilang kontak dan tak dapat lagi dihubungi oleh pihak keluarga.

Hal itu disampaikan Miftah Cut Adek, wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, melalui WhatsApp yang diterima Kompas. com, Kamis (08//11/2018) malam.

"Kami baru mendapat kabar (dugaan) penangkapan terhadap nelayan Aceh dilaporkan oleh Panglima Laot Idi Rayeuk", kata Miftah, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Kakorpolairud Baharkam Izinkan Nelayan Bantu Cari Puing Pesawat Lion Air

Dia mengatakan, 16 orang nelayan tersebut berasal dari Kabupaten Aceh Timur.

Mereka berangkat dengan menggunakan boat Kapal Motor Bintang Jasa pada Rabu (31/10/2018).

Ke-16 nelayan tersebut yakni Jamaluddin, Nurdin, Samidan, Efendi, Rahmat, Saipuddin, Nazaruddin, Syukuri, Darman, Safrizal, Umar, M. Aris, Jamaluddin, Sulaiman, M. Akbar, dan Paiturahman.

"Informasi yang kami terima dari Rusli, Panglima Laot Idi Rayeuk, sekarang seluruh nelayan itu tidak dapat lagi dihubungi, mereka hilang kontak," sebutnya.

Menurut dia, keluarga 16 nelayan tersebut sangat berharap agar mereka segera mendapat bantuan advokasi jika benar 16 nelayan tersebut ditangkap oleh pihak keamanan laut Myanmar. (Kontributor Kompas TV Aceh, Raja Umar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "16 Nelayan Aceh Hilang Kontak, Diduga Ditangkap Polisi Laut Myanmar"

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved