Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Amankan 2 Wanita Malaysia yang Bawa Ribuan Ekstasi

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Vicktor Togi Tambunan mengatakan, kedua wanita itu berinisial NN dan RA.

Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Amankan 2 Wanita Malaysia yang Bawa Ribuan Ekstasi
Warta Kota
Dua wanita asal Malaysia diringkus di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. 

TRIBUNSOLO.COM - Dua wanita asal Malaysia diringkus di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Pasalnya mereka membawa ribuan butir ekstasi dan hendak mengedarkannya di Indonesia.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Vicktor Togi Tambunan mengatakan, kedua wanita itu berinisial NN dan RA.

"Mereka kami amankan karena menyelundupkan 2.721 butir ekstasi," ujar Vicktor saat dijumpai di Mapolresta Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (9/11/2018).

Anak Korban Persekusi: Disuruh Minum Air Kencing dan Kakinya Dibakar Teman-temannya

Tersangka datang ke Indonesia menggunakan pesawat Air Asia AK-380 rute Malaysia-Jakarta. Dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Sabtu (3/11/2018) lalu.

"Kasus ini berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai terhadap penumpang berinisial NN," ucapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan narkotika. Kemudian, petugas Bea Cukai bersama dengan anggota Sat Res Narkoba Polresta Bandara Soetta mengintrogasi NN.

Karena sebelumnya, NN ini pernah berurusan dengan Polisi dengan kasus yang lain. Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam, dari NN diperoleh keterangan bahwa dirinya tidak sendiri," kata Victor.

NN datang bersama tersangka RA yang sudah keluar terminal saat itu. Polisi pun langsung bergerak cepat melakukan pengejaran. RA diamankan di salah satu Hotel di Jakarta.

"Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan di dalam selipan celana yang dikenakan oleh RA barang bukti narkotika berupa 3 kantong plastik yang berisi narkotika jenis Extasi sebanyak 2.721 butir," ungkapnya.

Update: Jumat Petang, Tim DVI Berhasil Identifikasi 7 Korban Pesawat Lion Air, Ini Daftar Namanya

Dari keterangan keduanya kepada polisi, bahwa dirinya diperintahkan oleh TN (DPO) yang masing - masing akan memperoleh upah 2 ribu ringgit untuk NN dan seribu ringgit untuk RA.

Halaman
12
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved