BPJS Ketenagakerjaan Surakarta: Angka Kasus Kecelakan Kerja di Soloraya Tinggi

BPJS Ketenagakerjaan mencatat ada 6.177 kasus kecelakaan kerja yang terjadi, terbukukan hingga Oktober 2018.

BPJS Ketenagakerjaan Surakarta: Angka Kasus Kecelakan Kerja di Soloraya Tinggi
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Kunjungan Tim BPJS Ketenagakerjaan Surakarta ke RS Moewardi Solo, dalam rangka menyerahkan hak program JKK kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan kerja¬† 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat ada 6.177 kasus kecelakaan kerja yang terjadi, terbukukan hingga Oktober 2018.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Utama Surakarta, Suwilwan Rachmat berujar dengan jumlah kasus kecelakan kerja tersebut manfaat yang telah dibayarakan sejumlah Rp 15.356.814.851.

"Dan dapat dikatakan jumlah kasus kecelakan kerja tersebut relatif cukup besar, dibandingkan kota-kota lainnya di Jawa Tengah," ungkapnya kepada awak media, Minggu (11/11/2018).

Teh Ginastel Mbah Loso Karanganyar Menjadi Minuman Favorit Mahasiswa di Malang

Maka dari itu, lanjut Willy sapaan karibnya, sangat penting untuk membudayakan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di tempat kerja.

Pihaknya berharap apabila budaya K3 sudah diterapkan oleh seluruh perusahaan dengan baik, maka angka kecelakaan kerja dapat Menurun.

"Meskipun setiap pekerja telah terlindungi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), yang berarti seluruh biaya pengobatan dan perawatan yang dibutuhkan sesuai rekomendasi medis akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan apabila mengalami Kecelakaan kerja.

Alunan Angklung Membuka Festival Seni dan Budaya Kenduri Gunung di Alun-alun Karanganyar

Dan mendapat santunan 48 kali upah yang dilaporkan apabila tenaga kerja tersebut sampai meninggal karena kecelakaan kerja.

"Mencegah masih lebih baik daripada mengobati," tambah Willy.

Sementara untuk lebih memasifkan budaya K3 ini, dilakukan berbagai upaya, satu di antaranya dengan diselenggarakannya sarasehan dan sosialisasi K3 kepada 100 perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan, pada Jumat (9/11/2018).

Willy mengaku pihaknya mengundang Dr Budiastuti Dwi Hapsari, Dokter Penasehat untuk memberikan materi mengenai manajemen resiko K3 dan materi Penyakit Akibat Kerja serta Darsi, SH, Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jateng untuk memberikan materi mengenai Tata Cara Pelaporan dan Penetapan JKK. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved