​Puskesmas di Kota Solo Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan, ASN Terima Double Job

Jumlah tenaga kesehatan yang melayani masyarakat khususnya di 17 puskesmas di Solo dinilai belum ideal.

​Puskesmas di Kota Solo Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan, ASN Terima Double Job
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Warga yang datang memeriksa kesehatannya secara gratis dengan dokter RSUD Dr Moewardi, Solo, di Kampung Mondokan, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Solo, Selasa (30/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jumlah tenaga kesehatan yang melayani masyarakat khususnya di 17 puskesmas di Solo dinilai belum ideal.

“Jumlahnya memang belum cukup, masih kurang, namun meski begitu kami terus bekerja dengan sebaik mungkin untuk masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, Sabtu (10/11/2018).

Perempuan yang akrab disapa Ning itu menambahkan, pemkot masih memiliki masalah terkait ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di setiap puskesmas.

“Di tiap puskesmas memang kebutuhannya berbeda-beda, tapi secara keseluruhan kami kekurangan sekitar 200 tenaga kesehatan,” kata Ning.

Kebutuhan personel tiap puskesmas dihitung berdasarkan analisis beban kerja (ABK).

“Semakin luas cakupan pelayanan ya semakin banyak tenaga kesehatan yang dibutuhkan,” kata kepala dinas.

Ia menjelaskan, tenaga kesehatan  yang dibutuhkan antara lain dokter, perawat dan paramedis.

Selama ini guna menutup kekurangan jumlah tenaga tersebut, DKK terpaksa menerapkan double job bagi tenaga ASN kesehatan di Puskesmas.

“Ada dokter atau perawat yang harus mengurusi administrasi juga, kan itu tidak ideal,” pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Imam Saputro
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved