150 Pangkalan Nakal di Solo Raya Ditutup, Mayoritas karena Jual LPG Subsidi Tak Tepat Sasaran

Dari sekitar 8.500 pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Solo Raya, sebanyak 150 pangkalan LPG terpaksa ditutup.

150 Pangkalan Nakal di Solo Raya Ditutup, Mayoritas karena Jual LPG Subsidi Tak Tepat Sasaran
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Sales Executive Elpiji Soloraya Pertamina Marketing Operation Region (MOR ) IV, Adeka Sang Traga. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dari sekitar 8.500 pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Solo Raya, sebanyak 150 pangkalan LPG terpaksa ditutup selama periode Januari hingga November 2018.

"Penutupan dilakukan karena pangkalan tersebut tidak mematuhi peraturan yang ditetapkan," ujar Sales Executive Elpiji Solo Raya Pertamina Marketing Operation Region (MOR ) IV, Adeka Sang Traga, kepada Tribunsolo.com, saat ditemui di Solo, Selasa (13/11/2018).

Alasan penutupan pangkalan nakal tersebut dilakukan karena kasus yang berbeda-beda.

Yakni adanya tidak tertib administrasi, pelanggaran menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), serta penjualan LPG Subsidi tidak tepat sasaran.

Pertamina Imbau Pangkalan Gas Elpiji agar Tak Bermental Pengecer

"Dan kasus paling mendominasi yakni, penjualan LPG subsidi tidak tepat sasaran," imbuhnya.

Karena memang seharusnya pangkalan harus langsung menjual konsumen akhir (end user), bukan ke pengecer.

"Kami juga terus memberikan edukasi ke mereka agar memprioritaskan rumah tangga, usaha mikro, serta nelayan, sesuai dengan peraturan yang diterapkan," kata dia.

Dan sebenarnya penerapan sanksi kepada pangkalan nakal ini melalui proses yang ada.

KPK Dalami Dugaan Korupsi di Pertamina

Mulai dari peringatan, pembinaan, skorsing, dan sanksi paling berat pemutusan hubungan atau ditutup.

Sementara terkait distribusi, apabila ada pangkalan di suatu daerah yang ditutup, maka Pertamina memastikan alokasi stok akan dialihkan pada pangkalan lain.

Pada kesempatan yang sama, Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region IV PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari, menyampaikan kembali bahwa LPG 3 kg diperuntukkan hanya bagi warga miskin atau tidak mampu.

“Kami terus mengimbau kepada masyarakat dan para pengusaha bahwa Pertamina saat ini memiliki LPG non subsidi yaitu bright gas dengan ukuran 5,5 dan 12 kg serta LPG ukuran 50 kg yang diperuntukkan bagi warga mampu. Melalui tim monitoring penyaluran LPG 3 kg inilah salah satu cara kami untuk mengurangi penyalahgunaan LPG bersubsidi tersebut," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved