Kebutuhan Gas Melon di Solo Raya Diprediksi Bakal Meningkat saat Libur Natal dan Tahun Baru 2019

Adeka mengatakan untuk pemenuhan konsumsi libur akhir tahun pada bulan Desember 2017 digelontorkan 720.000 tabung elpiji 3 kg.

Kebutuhan Gas Melon di Solo Raya Diprediksi Bakal Meningkat saat Libur Natal dan Tahun Baru 2019
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Sales Executive Elpiji Solo Raya Pertamina Marketing Operation Region (MOR ) IV, Adeka Sang Traga. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng-DIY memprediksi kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) kapasitas 3 kilogram (kg) pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Solo Raya akan meningkat.

"Peningkatan hingga 3 persen lebih tinggi dari rata-rata kuota bulanan LPG Subsidi di Solo Raya ini," ujar Sales Executive Elpiji Solo Raya Pertamina Marketing Operation Region (MOR ) IV, Adeka Sang Traga, kepada TribunSolo.com, Rabu (14/11/2018).

Di mana rata-rata bulanan konsumsi LPG subsidi atau gas melon di wilayah tersebut sebesar 5,9 juta tabung.

Jumlah tersebut pun meningkat dari rata-rata konsumsi bulanan pada tahun lalu.

150 Pangkalan Nakal di Solo Raya Ditutup, Mayoritas karena Jual LPG Subsidi Tak Tepat Sasaran

Sementara berkaca dari tahun lalu, Adeka mengatakan untuk pemenuhan konsumsi libur akhir tahun pada bulan Desember 2017 digelontorkan 720.000 tabung elpiji 3 kg.

"Kenaikan memang tidak sebesar libur Idul Fitri, hanya 1 hingga 2 persen," terangnya.

Jumlah 720.000 elpiji 3 kg tersebut, lanjut Adeka sudah termasuk tambahan kuota fakultatif.

Yakni sebanyak 15.000 tabung dari alokasi normal per bulan 705.000 tabung.

219 Pengusaha Rumah Makan di Boyolali Kedapatan Gunakan LPG 3 Kg Bersubsidi

"Yang terpenting masyarakat perlu tenang dan tidak perlu terjadi adanya panic consumption atau memborong gas melon lebih dari satu," katanya. 

Sementara satuan tugas (satgas) dalam rangka pengamanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG selama masa libur Natal 2018 hingga Tahun Baru 2019 nantinya akan dibentuk.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM dan LPG masyarakat. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved