Kapasitas Produksi Listrik PLTSa Putri Cempo Solo Dikurangi

Kapasitas produksi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo Solo akan dikurangi dari 10 Megawatt menjadi separuhnya.

Kapasitas Produksi Listrik PLTSa Putri Cempo Solo Dikurangi
DOK. TRIBUNSOLO.COM
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Mojosongo, Jebres, Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kapasitas produksi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo Solo dikurangi dari 10 Megawatt menjadi separuhnya.

"PLTSa akan dibagi dua tahap, tahap pertama akan menghasilkan listrik 5 megawatt, turun dari rencana semula 10 megawatt," kata Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power selaku investor PLTSa, Elan Syuherlan, Sabtu (24/11/2018).

Ia mengatakan penurunan produksi listrik ini disebabkan turunnya harga pembelian listrik oleh PLN.

Dalam regulasi baru, Pemerintah Pusat merevisi harga jual listrik produksi PLTSa menjadi 13,35 sen dollar AS per KwH yang tertuang dalam Perpres Nomor 35 Tahun 2018.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Putri Cempo Solo Ditargetkan Beroperasi 2020

Sebelumnya penjualan listrik PLTSa diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 44/2015 sebesar 18,77 sen dollar AS per KwH.

"Nah dengan harga segitu tanpa tipping fee maka susah, itung-itungannya tidak masuk," katanya.

Dengan alasan itulah, kapasitas produksi dipangkas menjadi separuhnya.

"Untuk tahap kedua apakah masih 5 megawatt atau naik, masih nunggu kajian setelah operasional," ujar Erlan.

Pemkot Solo Siapkan Anggaran Rp 9,1 Miliar untuk Pindahkan Pipa PDAM di Purwosari

Pembangunan PLTSa kini masih menunggu penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik dengan PLN.

Pemkot Solo juga telah memperpanjang
masa persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Putri Cempo.

Pasalnya Pemkot Solo dan PT Solo Citra Metro Plasma Power masih menunggu turunnya dokumen Power Purchase Agreement (PPA) dari PLN sebagai salah satu syarat dimulainya pembangunan PLTSa.

"Saat ini PPA-nya masih nunggu tanda tangan dari Dirut PLN, jadi masa persiapan kami perpanjangan 3 bulan lagi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo Sri Wardhani Poerbowidjojo, Jumat (23/11/2018).

Pembangunan PLTSa ditargetkan bisa dimulai pada awal 2019 dan bisa beroperasi pada 2020.(*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved