Serikat Pekerja Nasional Kota Solo Kecewa dengan Penetapan UMK 2019

Serikat Pekerja Nasional Solo merasa kecewa, dengan adanya ketetapan upah minimum kota (UMK) yang ditetapkan oleh Pemprov Jateng.

Serikat Pekerja Nasional Kota Solo Kecewa dengan Penetapan UMK 2019
TribunJateng.com
Ilustrasi UMK. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLOSerikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Solo merasa kecewa, dengan adanya ketetapan upah minimum kota (UMK) yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).

Sebab tidak ada kenaikan sama sekali terhadap perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL) yang ditetapkan.

Ketua SPN Kota Solo, Hudi Wasisto menyebutkan, bahwa sebenarnya usulan awal dari SPN yakni Rp 2,1 juta.

"Namun kena revisi, sesuai aturan merujuk pada perhitungan KHL, sehingga menjadi Rp 1.830.000," katanya kepada wartawan, Jumat (23/11/2018).

Sahabat Prabowo Sandi: Peluncuran Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XVI Tidak Berpihak terhadap UMKM

Namun sayangnya sesuai dengan aturan dan perhitungan KHL, Pemkot Solo mengusulkan hanya Rp 1.802.700.

Dalam PP nomor 78 tahun 2015 ditekankan bahwa UMK hanya berlaku untuk pekerja di bawah satu tahun dan dengan level yang paling rendah.

Di samping itu untuk grade di atasnya harus dihargai dengan struktur skala upah yang telah disebutkan dalam aturan.

Sebenarnya aturan struktur skala upah ini harus sudah ditetapkan pada 23 Oktober 2017 sesuai dengan PP nomor 78 tahun 2015, namun sayangnya banyak yang belum mengindahkan.

Ganjar Pranowo Tandatangani Keputusan UMK 2019, Ini Bocoran UMK Tertinggi dan Terendah di Jateng

"Tidak masalah upah yang ditetapkan hanya Rp 1.802.700, namun ketentuan-ketentuan yang mengiringinya juga harus dipatuhi,” tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved