Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018

Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 di Solo Disiapkan untuk Olimpiade 2020 di Tokyo

Menurut ketua penyelenggara, Pristiawan, ada 25 Kontingen, 18 nomor yang dipertandingkan, termasuk 2 nomor olimpiade, dan 129 atlet berpartisipasi.

Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 di Solo Disiapkan untuk Olimpiade 2020 di Tokyo
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Seorang penari mengajak beberapa atlet panjat tebing menari bersama dalam pembukaan Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 di Kompleks Stadion Manahan Solo, Rabu (28/11/2018) pagi. 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sesuai jadwal, Feri Ardiyanto, Wakil Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), membuka Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 di Kompleks Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018) pagi.

Acara diadakan dari hingga Minggu (2/12/2018) mendatang, untuk memperebutkan medali dan trofi sekaligus gelar juara.

"Kejurnas ini disiapkan untuk Olimpiade 2020 di Tokyo, sehingga saya berharap atlet menunjukkan kemampuan terbaiknya, supaya kita bisa bersaing dengan negara lain," ujarnya saat berpidato. 

Menurut ketua penyelenggara, Pristiawan, ada 25 Kontingen, 18 nomor yang dipertandingkan, termasuk 2 nomor olimpiade, dan 129 atlet yang berpartisipasi.

Pertandingan pembuka kategori lead perorangan pada hari pertama Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 di Kompleks Stadion Manahan Solo,  Rabu (28/11/2018) pagi.
Pertandingan pembuka kategori lead perorangan pada hari pertama Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 di Kompleks Stadion Manahan Solo, Rabu (28/11/2018) pagi. (TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI)

Diperkuat 6 Atlet Asian Games, Jateng Target Juara Umum Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 di Solo

Kontingen yang berpartisipasi meliputi kontingen dari Kalimatan Timur, Banten, Jambi, Maluku, Kalimantan Utara, Jawa tengah, Jakarta, Bengkulu, Kalimantan Barat, dan NTB.

Lalu, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Lampung, Bangka Belitung, Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatra Utara, dan Riau.

"Seluruh atlet terbaik berlaga di sini, termasuk para peraih mendali emas di Asian Games 2018 lalu" terangnya.

Dia juga mengatakan, Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 seharusnya dilaksanakan di Palu, Sulawei Tengah.

Aksinya Viral, Aries Susanti Rahayu Asal Grobogan Jadi Jawara di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing

"Namun Palu belum siap karena baru saja tertimpa musibah (gempa dan tsunami), maka pengurus FPTI mengalihkannya ke  Solo, Jawa Tengah," imbuhnya

Saat pembukaan, para atlet panjat tebing dihibur oleh tari gambyong, dan penampilan seorang penari yang mengajak beberapa atlett menari bersama.

Hersuprabu, Ketua FPTI Soloengungkapkan ada tim pemandu bakat yang hadir memantau atlet panjat tebing untuk dipilih mewakili Indonesia ke ajang internasional.

Lin Dan Bertekad Lolos Olimpiade 2020 meski Sudah 3 Kalah dari Kento Momota

"Solo sendiri menurunkan 4 atlit yang mewakili koningen Jawa Tengah," ujarnya.

Sebagai pertandingan pembuka, wakil Kontingen Aceh, Adreanto, melawan wakil Kontingen Riau, Jufri Maldi di kategori lead perorangan. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Junianto Setyadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved