Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018

Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 di Solo, Jaring Potensi Atlet untuk Pra Olimpiade 2019 Prancis

Pihaknya mengatakan di mana fokus Panjat Tebing pada Asian Games lalu adalah speed, sedangkan pada Pra Olimpiade nanti adalah nomor combined

Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 di Solo, Jaring Potensi Atlet untuk Pra Olimpiade 2019 Prancis
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Sport Climbing Center di Kompleks Stadion Manahan Solo 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebelum terjun ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) XVII Panjat Tebing 2018 yang diadakan di Solo juga dipersiapkan untuk menjaring atlet yang akan dikirim ke Pra Olimpiade 2019 di Prancis.

"Event kejurnas ini penting, karena hasil dari kejurnas ini akan menjadi perolehan kita untuk persiapan di pra Olimpiade nanti, mengingat fokus nomor yang dipertandingkan pun berbeda dengan saat Asian Games kemarin," ujar Pristiawan Buntoro, selaku Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), juga selaku Ketua Pelaksana (Kejurnas) XVII Panjat Tebing 2018, kepada Tribunsolo.com, Kamis (29/11/2018).

Pihaknya mengatakan di mana fokus Panjat Tebing pada Asian Games lalu adalah speed, sedangkan pada Pra Olimpiade nanti adalah nomor combined.

“Kalau kemarin didominasi atlet speed, maka besok mau enggak mau kita harus realistis mencoba atlet-atlet yang berangkat dari lead dan boulder,” imbuhnya lagi.

Sidang Mercy vs Honda Beat di Solo, Terungkap Korban Acung Jari Tengah Saat Cekcok dengan Iwan

Maka dari itu secara teknis otomatis akan banyak berubah, terlebih pada komposisi tim atletnya.

Walaupun demikian, Pristiawan menyebut, atlet panjat tebing nasional Aries Susanti Rahayu, dan Aspar Jailolo tetap menjadi tulang punggung Indonesia terkait pra-olimpiade nantinya.

"Dan melalui Aris dan Aspar, keunggulan kami untuk nomor speed sudah kami genggam," ujarnya. 

Sementara nantinya untuk Olimpiade 2020 di Tokyo, masing-masing negara di boleh mengirimkan maksimal tim berisi 2 Putra dan 2 Putri.

Dilelang di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Lukisan tentang Kemesraan Wali Kota Solo dan Istri

"Namun apabila negara tersebut memiliki atlet yang menduduki lima besar peringkat dunia, maka boleh diikutsertakan dalam Olimpiade," katanya.

Dan Indonesia sangat memungkin dapat mengirimkan, tim berisi 3 putera dan 3 puteri.

Karena misalnya Aris dan Aspar berhasil masuk 5 besar pada Pra Olimpiade 2019 nanti, maka Indonesia dapat mengirimkan jumlah tersebut.

"Kami siapkan mereka untuk raih kejuaraan tersebut, karena semakin banyak atlet yang kami kirim, kemungkinan lolos sebagai pemenang akan semakin besar," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved