FMPL Beserta Camat Nguter dan Kepala Desa Hadiri Undangan Pemprov Jateng untuk Bahas PT RUM

Ari mengatakan jika pihaknya akan menyampaikan keluhan dari warga di Kecamatan Nguter yang masih terganggu akibat bau limbah PT RUM.

FMPL Beserta Camat Nguter dan Kepala Desa Hadiri Undangan Pemprov Jateng untuk Bahas PT RUM
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Ribuan orang berdemo di halaman kantor Pemkab Sukoharjo, terkait bau limbah yang dihasilkan PT RUM, Selasa (27/11/2018), 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Lingkungan Hidupmengundang Camat Nguter, Kepala Desa Seluruh Kecamatan Nguter, dan Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL), Jumat (30/11/2018) siang.

Undangan tersebut untuk membahas 'Sosialisasi Penanganan Pencemaran Udara Berupa Bau dan Pencemaran Air yang Diduga Akibat dari Aktivitas PT RUM di Kabupaten Sukoharjo'.

Sosialisasi digelar di Ruang rapat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Jumat mulai pukul 13.00 WIB.

Menurut Koordinator FMPL, Ari Suwarno, ada 10 orang perwakilan FMPL dan 16 orang dari Kecamatan dan Kepala Desa di wilayah Kecamatan Nguter yang hadir.

PT RUM Sukoharjo Persiapkan Teknologi Baru untuk Mengatasi Limbahnya yang Ganggu Masyarakat

"Kita berangkat jam 10.00 WIB, dengan mengendarai dua mobil ELF," katanya saat dihubungi TribunSolo.com.

Ari mengatakan jika pihaknya akan menyampaikan keluhan dari warga di Kecamatan Nguter yang masih terganggu akibat bau limbah PT RUM.

"Kita akan laporkan terus jika PT RUM masih mengeluarkan bau," katanya.

Ari pun berharap, lewat acara ini bisa menghasilkan solusi terbaik, sehingga warga tidak terganggu lagi dengan limbah PT RUM.

Sebelumnya, diketahui FMPL bersama ribuan warga telah melakukan unjuk rasa di halaman Pemkab Sukoharjo, pada Selasa (27/11/2018) kemarin.

Aksi unjuk rasa terkait limbah PT RUM yang mengganggu warga dan meminta ketegasan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved