Menko Perekonomian Tanggapi Pernyataan Faisal Basri soal Kenaikan Harga BBM Pasca-Pilpres 2019

Pemerintah angkat bicara terkait kemungkinan pemerintah kenaikan harga BBM dan tarif listrik pasca-Pilpres 2019, siapapun yang terpilih nanti.

Menko Perekonomian Tanggapi Pernyataan Faisal Basri soal Kenaikan Harga BBM Pasca-Pilpres 2019
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi - Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) pertalite ke sepeda motor di SPBU 3440236, Jalan Laswi, Kota Bandung. 

TRIBUNSOLO.COM - Pemerintah angkat bicara terkait kemungkinan pemerintah kenaikan harga BBM dan tarif listrik pasca-Pilpres 2019, siapapun yang terpilih nanti.

Sebelumnya, ekonom Faisal Basri menyakini harga BBM dan tarif listrik akan tetap naik pasca Pilpres 2018, siapapun presidennya yang terpilih.

"Itu perkiraan saja," ujar Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, di Jakarta, Jumat (30/11/2018), dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Darmin tak mau berandai-andai terkait kebijakan kenaikan harga BBM dan tarif listrik saat ini.

Menurut dia, hal itu baru bisa dibicarakan setelah pertengahan 2019 saja.

Pemerintah sendiri mengatakan, setiap kenaikan harga BBM dan tarif listrik pasti akan memiliki dampak kepada kenaikan inflasi.

Sebab hal itu bisa berdampak kepada kenaikan harga bahan-bahan makanan.

Oleh karena itu pengendalian harga bahan makanan menjadi sangat krusial bila ada kenaikan harga BBM atau tarif listrik.

Faisal Basri : Siapa Pun Pemenang Pilpres, Harga BBM dan Tarif Listrik akan Tetap Naik

"Volatile food itu soal memelihara supply, artinya kalau kita produksi bagus untuk volatile food mestinya enggak ada apa-apa."

"Harga tenang-tenang saja tapi kalau enggak bagus, ya harus cepat mengambil keputusan," kata Darmin.

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved