Satpol PP Sudah Tertibkan 192 Alat Peraga Kampanye Liar di Kota Solo

APK liar tersebut tersebar di lima kecamatan yang ada di Kota Bengawan yakni Jebres, Banjarsari, Serengan, Pasar Kliwon, dan Laweyan.

Satpol PP Sudah Tertibkan 192 Alat Peraga Kampanye Liar di Kota Solo
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Petugas Satpol PP Solo menertibkan Alat Peraga Kampanye berupa baliho di kawasan Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Jumat (21/9/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo sudah menertibkan sebanyak 192 Alat Peraga Kampanye (APK) liar di Kota Solo.

APK tersebut tersebar di lima kecamatan yang ada di Kota Bengawan yakni Jebres, Banjarsari, Serengan, Pasar Kliwon, dan Laweyan.

Penertiban dilakukan sejak Rabu (28/11/2018) kemarin.

Pihak Satpol PP mengatakan telah menerima laporan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo untuk menindaklanjuti APK yang menyalahi aturan pemasangan sesuai Perwali nomor 2 tahun 2009.

Bawaslu Sukoharjo Gelar Sidang Terkait Laporan Dugaan Pelanggaran Rekrutmen PPK oleh KPU

Selain itu, juga APK yang tidak memenuhi ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Hingga kini kami menurunkan sebanyak 192 APK di lima kecamatan,” kata Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Pegawai Negeri Sipil, Satpol PP Surakarta, Sapto Budi Santoso kepada Tribunsolo.com Kamis (29/11/2018) siang.

Dari 192 APK tersebut terdiri dari 116 spanduk dan 76 bendera yang terpasang tidak pada tempatnya.

Seperti diketahui, Perwali nomor 2 tahun 2009 menyatakan pemasangan tak boleh dipasang sepanjang jalan protokol yang merupakan white area.

Undang Owah Band di CFD Sukoharjo, KPUD Sukoharjo Sosialisasikan Pemilu kepada Generasi Milenial

Seperti, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Adi Sucipto, Jalan Ahmad Yani, Jalan Dipenegoro serta instansi pemerintah dan kawasan sekolah.

"Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Denpom IV, Polresta Surakarta, dan Bawaslu serta KPU,” katanya.

Sapto mengatakan APK tersebut masih banyak yang terpasang tidak sesuai ketentuan yang belum diturunkan.

“Saat kami temukan, APK terpasang seenaknya, seperti menggantungkan di antara pohon, tiang listrik, hingga fasilitas-fasilitas publik lainnya," katanya

"Kami rasa ketentuan dan sosialisasi dari KPU sudah dilakukan namun partai politik tidak mau mengindahkan aturan tersebut,” ujarnya. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved