Ahli Waris TKI asal Karanganyar yang Meninggal di Korsel Terima Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan

Novi Setyaningsih, ahli waris dari TKI yang meninggal dunia di Korea Selatan akibat kecelakaan kerja menerima santunan BPJS Ketenagakerjaan.

Ahli Waris TKI asal Karanganyar yang Meninggal di Korsel Terima Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan
TribunSolo.com/Efrem Siregar
Novi S ahli waris TKI Korea Selatan Triyanto menerima secara simbolis santunan dari Deputi Direktur Wilayah Jateng dan DIY BPJS Ketenagakerjaan Moch Triono (batik) dan Kepala BP3TKI Semarang Abi Rahman (biru muda) di kediamannya Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Novi Setyaningsih, ahli waris Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Triyanto, yang meninggal dunia di Korea Selatan akibat kecelakaan kerja menerima santunan BPJS Ketenagakerjaan, Senin (3/12/2018).

Uang santunan yang diterima ahli waris sebesar Rp 85 juta.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jateng dan DIY, Moch Triono bersama Kepala BP3TKI Semarang, Abi Rahman secara simbolis memberikan santunan kepada Novi di kediamannya, Tegalwinangun RT02/13, Karanganyar, Jawa Tengah.

“Jika melihat nominal uang yang diterima, ini tidak ada artinya dibanding kehilangan tulang punggung keluarga,” kata Moch Triono saat berbincang dengan ahli waris.

Ketua Bawaslu Karanganyar: Kampanye Tidak Bisa Digelar Tanpa STTP

Triono menjelaskan, awalnya BPJS Ketenagakerjaan menerima pemberitahuan meninggalnya Triyanto dari BP3TKI Semarang.

“Ketika ada kabar kematian PMI, semua tersentral di BP3TKI, lalu BP3TKI mengomunikasikannya kepada kami.”

“Selanjutnya kami meminta BPJS Ketenagakerjaan di Surakarta untuk mengkroscek dan meminta beberapa dokumen terkait.”

“Dokumen terpenuhi, tiga hari semuanya selesai,” kata Moch Triono.

TKI Asal Karanganyar Meninggal di Korea Selatan Akibat Kecelakaan Kerja

Sebelumnya diberitakan TribunSolo.com, Triyanto yang menjadi TKI di Korea Selatan meninggal dunia akibat tercebur ke laut Gwangdo, Yeosu, Korea Selatan, Kamis (11/10/2018) waktu setempat.

Triyanto sudah bekerja perusahaan penagkapan ikan di Korea Selatan sejak pertengahan tahun 2018.

Ia meninggalkan istrinya, Novi dan satu anak mereka yang masih batita. (*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved