Kepala BP3TKI Semarang Perketat Syarat Pekerja Migran Indonesia di Bidang Perikanan dan Kelautan

Kepala BP3TKI Semarang, Jawa Tengah, Abi Rahman mengatakan akan memperketat syarat pengiriman Pekerja Migran Indonesia untuk sektor perikanan kelautan

Kepala BP3TKI Semarang Perketat Syarat Pekerja Migran Indonesia di Bidang Perikanan dan Kelautan
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Kepala BP3TKI Semarang, Abi Rahman 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kepala BP3TKI Semarang, Jawa Tengah, Abi Rahman mengatakan akan memperketat syarat pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk sektor perikanan dan kelautan.

Hal itu disampaikannya sebagai evaluasi atas kematian PMI Korea Selatan, Triyanto, pada medio Oktober 2018 lalu.

Triyanto meninggal akibat tercebur dari atas kapal ke laut Gwangdu, Yeosu, Korea Selatan, di tengah cuaca buruk saat itu.

Triyanto diketahui semasa hidupnya tidak memiliki pengalaman sebagai pelaut saat bekerja di perusahaan penangkapan ikan.

Ahli Waris TKI asal Karanganyar yang Meninggal di Korsel Terima Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan

Kasus serupa ternyata mendera sebagian besar PMI yang tidak berlatar belakang sebagai pelaut.

“PMI yang akan kita kirim minimal harus mempunyai latar belakang pendidikan pelaut atau mantan pelaut,” kata Abi kepada TribunSolo usai memberi santunan kepada istri Triyanto di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (3/12/2018).

Ia mengatakan, para PMI yang akan bekerja di sektor kelautan dan perikanan ke depannya harus mempunyai sertifikat Basic Safety Training (BST).

Sertifikat ini dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan dan memang wajib dimiliki seorang pelaut. 

Pemerintah Indonesia Kirim 100 Guru untuk Jamin Pendidikan Anak-anak TKI di Malaysia

Melalui BST, para pekerja akan memiliki pengetahuan keselamatan dan tanggap musibah saat berada di laut.

“Kita batasi, minimal PMI yang akan bekerja di sektor perikanan dan kelautan mempunyai BST.”

“Kalau tidak, kecelakaan semacam ini akan terjadi terus,” ucapnya. (*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved