Pemkot Solo Bagikan 15 Sirene untuk Penanda Dimulainya Gerakan Wajib Belajar

Dengan sirene tersebut, maka orang tua harus mendampingi anak masing-masing untuk belajar.

Pemkot Solo Bagikan 15 Sirene untuk Penanda Dimulainya Gerakan Wajib Belajar
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan perwakilan pengurus kelurahan di Solo usai serah terima sirene untuk gerakan wajib belajar, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota Solo membagikan 15 sirene ke 15 kelurahan di Solo sebagai alat penanda dimulainya Gerakan Jam Wajib Belajar di Solo, Senin (3/12/2018).

Sirene tersebut akan dibunyikan di hari Senin sampai Jumat pukul 18.30 WIB.

"Setiap jam tersebut sirene tersebut akan berbunyi, bunyinya gamelan, sebagai tanda wajib belajar di Solo," kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Senin (3/12/2018).

Dengan sirene tersebut, maka orang tua harus mendampingi anak masing-masing untuk belajar.

Anji Meriahkan Honda Premium Matic Day 2018 di Kota Solo

"Dari jam 18.30 WIB sampai 20.30 WIB, TV, komputer, HP harus disimpan dulu, harus belajar," wali kota.

Menurutnya, pendidikan di lingkungan keluarga adalah yang pertama dan utama dalam pembentukan karakter peserta didik.

"Selain sekolah perlu diikuti pemanfaatan waktu di luar jam sekolah," kata dia.

Prabowo Hadir di Reuni 212, Demokrat: yang Penting Kedatangannya tak Langgar Aturan Kampanye

Ada 15 kelurahan yang mendapatkan sirene tersebut.

Di antaranya Kelurahan Manahan, Jebres, dan Semanggi. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved