Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya Singgung Peran Media Sosial terkait Maraknya Aksi Terorisme

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, saat pembukaan acara mengungkapkan jika masalah terorisme terjadi karena faktor internal dan eksternal.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya Singgung Peran Media Sosial terkait Maraknya Aksi Terorisme
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, saat membuka seminar anti radikalisme dan terorisme di pendopo GSP Sukoharjo, Jateng, Selasa (4/12/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemkab Sukoharjo menggelar sosialisasi untuk menangkal radikalisme dan terorisme di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/12/2018).

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, saat pembukaan acara mengungkapkan jika masalah terorisme terjadi karena faktor internal dan eksternal.

Menurut Wardoyo, permasalahan internal yang mengkhawatirkan adalah lemahnya penghayatan agama dan munculnya pemahaman agama yang keliru dan sempit.

Dari eksternal permasalahan yang wajib diwaspadai adalah pengaruh kemajuan teknologi informasi seperti media sosial dan internet.

Buka Usaha Pop Warung di Sukoharjo, Mantan Napi Terorisme Bang Jack Ingin Tingkatkan Taraf Hidup

Kemajuan teknologi informasi tersebut jika tidak disikapi dengan bijak, maka teknologi tersebut akan merusak sendi-sendi dan nilai-nilai luhur Pancasila.

Mantan narapidana kasus terorisme, Sofyan Tsauri, yang merupakan narasumber dalam acara ini juga mengungkapkan bahwa pengawasan pemerintah di internet masih lemah.

"Saya dulu penasaran dengan jihad, lalu saya membaca di Internet artikel-artikel tersebut, dan penyebaran radikal di Internet sangat bebas dan pemerintah tidak antisipasi hal itu," kata Sofyan.

Wardoyo mengimbau apabila ada hal hal mencurigakan atau kegiatan yang bisa memicu munculnya sampai menimbulkan keretakan persatuan dan kesatuan maka silakan masyarakat atau ketua RT/RW segera melapor.

Mantan Teroris Beberkan Kehidupannya saat di Penjara: Banyak Kelompok yang Sholatnya Pilih-pilih

Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi setiap Warga Negara Indonesia (WNI) menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Tidak boleh ada sekecil ruang apapun untuk pihak-pihak yang akan memecah belah persatuan tersebut," kata Dandim.

Chandra juga mengungkapkan jika NKRI harga mati harus diwujudkan jangan sampai ada teror yang menakutkan masyarakat.

"Tidak boleh ada terorisme dan masyarakat harus membantu mewujudkannya," ujarnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved