Langkah Bawaslu Karanganyar agar Masyarakat Tidak Takut Melapor Dugaan Pelanggaran Pemilu

Ketua Bawaslu Karanganyar Nuning Ritwanita mengatakan, pihaknya akan merahasiakan identitas pelapor

Langkah Bawaslu Karanganyar agar Masyarakat Tidak Takut Melapor Dugaan Pelanggaran Pemilu
TribunSolo.com/Efrem Siregar
Bawaslu Kabupaten Karanganyar menggelar rakor sosialisasi pengawasan dengan stakeholder dan masyarakat di Hotel Kawa Dwipa, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pelapor kasus pelanggaran Pemilu 2019 tidak perlu khawatir untuk menyampaikan laporan dugaan pelanggaran Pemilu 2018 kepada Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Senin (3/12/2018).

Ketua Bawaslu Karanganyar Nuning Ritwanita mengatakan, pihaknya akan merahasiakan identitas pelapor.

Hal itu disampaikan Nuning menanggapi pertanyaan anggota PBB yang hadir dalam rakor sosialisasi pengamanan Pemilu dengan stakeholder dan masyarakat di Hotel Jawa Dwipa.

Penanya saat itu menganggap selama ini ada kekhawatiran dari masyarakat ketika memberikan laporan dugaan pelanggaran Pemilu 2019.

TKI dari Karanganyar Ini Meninggal Tercebur Laut Gwangdo Korsel, Begini Nasib Keluarganya

Masyarakat, katanya, merasa resah apabila pelaporan akan berujung teror kepada dirinya.

Kemudian, ia menilai, ada juga kekhawatiran laporan akan tidak diproses ketika pelapor tidak membawa alat bukti saat melaporkan suatu kasus dugaan pelanggaran Pemilu.

Menanggapi hal tersebut, Nuning memastikan semua laporan dugaan pelanggaran kampanye akan ditindaklanjuti.

“Bawaslu tidak akan mempublikasi identitas pelapor.”

Bupati Karanganyar Juliyatmono Akan Ikuti Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Masjid Agung

“Lalu, jika pelapor tidak membawa alat bukti ketika melapor, namun ia yakin ada pelanggaran, kita akan menginvestigasi (laporan dugaan pelanggaran),” ucap Nuning.

Ia mengatakan, Bawaslu pernah mengalamai kasus serupa ketika pelapor tidak mempunyai alat bukti yang cukup.

“Kita pernah kejadian, malam hari kita investigasi meski tidak perlu diberitahu ke publik.”

“Kita melakukan pendalaman sebagai usaha mencari alat bukti tambahan, sesuai atau tidak,” ungkapnya. (*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved