Pembantaian Pekerja di Papua

Pos TNI di Distrik Mbua Papua Hancur, Diduga karena Diserang 250 Orang

Pos TNI yang berada di Distrik Mbua, Papua telah hancur diserang diduga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pos TNI di Distrik Mbua Papua Hancur, Diduga karena Diserang 250 Orang
KOMPAS.com/Jhon Roy Purba
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal. 

TRIBUNSOLO.COM, JAYAPURA - Pos TNI yang berada di Distrik Mbua, Papua telah hancur diserang diduga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Distrik ini terletak tak jauh dari Distrik Yigi di mana sebelumnya 31 pekerja proyek jembatan dibantai kelompok bersenjata.

“Kelompok KKB saat melakukan penyerangan terhadap Pos TNI (yang berada di Distrik Mbua) dengan dukungan masyarakat kurang lebih sebanyak 250 orang,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (4/12/2018).

Hal ini diketahui setelah personel gabungan TNI-POLRI sebanyak 153 orang dikerahkan ke Distrik Yigi dan Distrik Mbua.

12 Orang Warga Sipil Dievakuasi dari Nduga Papua, 3 di Antaranya Menderita Luka Tembak

Ketika tiba di sana, pos TNI yang ada sudah hancur diserang.

Ada satu anggota TNI yang meninggal dari kerjadian ini.

Di Distrik Mbua pula, tim gabungan TNI/Polri bertemu empat orang pekerja yang berjalan kaki dan berhasil melarikan diri.

Adapun identitas keempat korban yang selamat yakni, Martinus Sampe karyawan PT Istaka Karya dengan kondisi luka tembak di kaki kiri, Jefrianton karyawan PT Istaka Karya mendapat luka tembak di pelipis kiri, Irawan karyawan Telkomsel, dan John petugas puskesmas.

Keempat pekerja itu adalah bagian dari 31 orang pekerja yang sedang mengerjakan proyek Jembatan di Distrik Yigi, Nduga, Papua.

Namun, tiba-tiba mereka mendapat serangan dari kelompok kriminal bersenjata. (Reza Jurnaliston/Sabrina Asril)

 Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pos TNI di Distrik Mbua Hancur Diserang 250 Orang "

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved