Pilpres 2019

Tim Jokowi Akan Turunkan 'Pasukan Infanteri' untuk Menangkan Pilpres 2019

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan segera menurunkan "pasukan infanteri".

Tim Jokowi Akan Turunkan 'Pasukan Infanteri' untuk Menangkan Pilpres 2019
Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf
Calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo menghadiri Rakernas Tim Kampanye Nasional di Hotel Empire Palace, Kota Surabaya, Minggu (28/10/2018). 

TRIBUNSOLO.COM - 13 April 2019, hari terakhir masa kampanye Pemilu Presiden, tinggal 4 bulan lagi. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan segera menurunkan "pasukan infanteri".

Juru Bicara TKN Arya Sinulingga mengatakan, "pasukan infanteri" itu adalah para calon anggota legislatif dari setiap parpol pengusung. Mereka akan melancarkan aksinya mulai Januari 2019.

“Kami punya 150 ribu caleg, sekarang masih pertempuran di udara. Sebentar lagi Januari infanteri akan turun,” tutur Arya di Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).

Anggap Pilpres 2019 Telah Selesai, Sudjiwo Tedjo: Kubu yang Kalah Merapat, yang Menang Merangkul

“Kalau infanteri turun liat aja bagaimananya, 9 partai dari 15. Kabarnya PBB akan gabung kita begitu kata Pak Yusril (Ketua Umum PBB Yuzril Ihza Mahendra), berarti ada 10 partai yang turun. Bayangkan 10 partai turun infanteri,” sambung Arya.

Arya mengatakan, "pasukan infanteri" itu diminta melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat.

Semua caleg harus turun ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan menyampaikan program kerja yang sudah dilaksanakan pemerintah, didukung dengan para relawan.

“Akan saling support nutupi apa yang tidak dimasuki oleh partai. Dia (relawan) akan dikombinasikan sebagai senjata-senjata yang berbeda. Kami rata-rata caleg adalah di teritorial udah pasti, relawan akan bermain di sektoral,” ujar Arya.

Inilah Instruksi Jokowi Menanggapi Pembantaian Pekerja di Papua

Arya menambahkan, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menerapkan micro targeting.

Artinya, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mengandalkan para caleg dengan pendekatan door to door ke masyarakat.

Lebih lanjut, Arya mengatakan, masa kampanye pada Pilpres 2019 berbeda saat 2014 yang hanya 3 bulan.

Sehingga, kata Arya, perlu siasat untuk mengatur masa kampanye yang relatif panjang itu.

“Ini maraton mau nggak mau stamina harus dijaga. Jangan nanti kencang nanti di ujungnya bingung. Kita sesuaikan saja. Kita ini pemain maraton bukan pelari sprint,” ujar Arya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sisa 4 Bulan Masa Kampanye, Jokowi-Ma’ruf Amin Turunkan "Pasukan Infanteri""
Penulis : Reza Jurnaliston

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved