Destinasi Digital Pasar Srawung Organik di Karanganyar Ikut Serta Majukan Pariwisata Daerah

Dalam acara ini terdapat inovasi-inovasi pesona pariwisata yang ditawarkan, mulai dari kuliner sehat, performing art, eco tourism, dan lain-lain.

Destinasi Digital Pasar Srawung Organik di Karanganyar Ikut Serta Majukan Pariwisata Daerah
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Performing art dari Srimara, saat Srawung Organik di Karanganyar, Minggu (22/5/2016) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Event Wisata Pasar Srawung Organik yang diinisiasi oleh Taman Hutan Lemah Putih, tidak hanya bertujuan untuk inovasi pariwisata saja, namun juga memajukan perekonomian daerah.

Event wisata ini bertempat di Jalan Plesungan Raya Gondang Rejo, Plesungan, Karanganyar.

"Event ini kami inisiasi dengan bingkai destinasi digital yang merupakan program Menteri Pariwisata RI Arief Yahya," kata Galih Nagaseno Founder Taman Hutan Lemah Putih, kepada TribunSolo.com, saat ditemui di Solo, Selasa (4/12/2018).

Dalam destinasi digital ini merupakan program khusus untuk masyarakat luas yang ingin meningkatkan perekonomian kreatif berbasis pariwisata.

"Maka dari itu sama dengan misi kami yang juga berupaya untuk memajukan pariwisata daerah, khususnya Plesungan, Karanganyar, Jawa Tengah," katanya.

Dalam acara ini terdapat inovasi-inovasi pesona pariwisata yang ditawarkan, mulai dari kuliner sehat, performing art, eco tourism, dan masih banyak lagi.

Untuk bulan ini, Pasar Srawung Organik akan digelar pada 9 Desember 2018, pada pukul 09.00 WIB hingga 15 WIB.

Di mana bertempat di Jalan Plesungan Raya Gondang Rejo, Plesungan, Karanganyar.

Diikuti sembilan hingga 10 tenant yang menawarkan produk-produk kreatif.

Seperti biasa bahwa Event Srawung Organik memiliki 3 bagian acara yaitu workshop gelar makanan dan minuman, performing arts, serta menyediakan beberapa wahana bermain.

Tidak hanya itu saja, Kali ini Srawung Organik akan mengadakan lomba menggambar dan juga mewarnai untuk anak usia maksimal 12 tahun.

Event ini tergolong salah satu tempat rekreasi keluarga dengan target pengunjung yaitu penduduk di eks karisidenan Surakarta dan sekitarnya, wisatawan lokal dan  interlokal,  pelajar dari berbagai tingkatan, dan anak dari berbagai usia.

Sistem pengunjung mendapat tiket masuk gratis tetapi wajib membeli uang benggol minimal Rp 10 ribu untuk diperbelanjakan ke tenant yang ada. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved