Paska Pemberhentian Sementara, PT RUM Sukoharjo Fokus Evaluasi Alat Pengolahan Limbah

Hario Ngadiyono, GM HRD PT RUM mengungkapkan Pembersihan dilakukan pada alat wet scrubber dengan mengganti filter dan membersihkan sisa-sisa produksi.

Paska Pemberhentian Sementara, PT RUM Sukoharjo Fokus Evaluasi Alat Pengolahan Limbah
TribunSolo.com/Agil Tri
GM HRD PT RUM, Hario Ngadiyono saat meninjau perbaikan alat wet scrubber di PT RUM, Plesan, Nguter, Sukoharjo, Rabu (6/12/2018) 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Paska pemberhentian produksi sementara oleh Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya Selasa (27/11/2018) lalu, PT RUM kini fokus melakukan pembersihan alat.

Saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (6/12/2018) Hario Ngadiyono, GM HRD PT RUM mengungkapkan Pembersihan dilakukan pada alat wet scrubber dengan mengganti filter dan membersihkan sisa-sisa produksi.

"Pada tanggal 30 November 2018 kemarin kita sudah menghentikan pasokan bahan baku, jadi kita tinggal menghabiskan sisa-sisa produksi," katanya.

PT RUM Sukoharjo Persiapkan Teknologi Baru untuk Mengatasi Limbahnya yang Ganggu Masyarakat

Pihaknya terus mengevaluasi untuk menangkal limbahnya, salah salah satunya dengan akan mendatangkan alat baru yang bernama H2SO4 Recovery.

Saat TribunSolo.com mewawancarai salah seorang warga desa Plesan, Marijo Sutrisno mengatakan jika mulai masa berlaku pemeberhentian, dirinya masih mencium bau tidak sedap.

"Kemarin saya masih mencium, semalam juga masih bau, baru hari ini baunya sudah tidak tercium," katanya.

Marijo berharap bau limbahnya bisa hilang, sehingga dirinya dan keluarganya tidak terganggu lagi dengan bau limbah dari PT Rum.

Massa Berdemo di Mapolres Sukoharjo, Menuntut Pembebasan Aktivis yang Ditahan karena Kasus PT RUM

Menanggapi hal itu, Hario mengatakan semenjak tanggal 2 Desember 2018 pihaknya sudah menghentikan produksinya.

"Jika masih ada bau, itu karena kita sedang melakukan perbaikan dan pembersihan."

"Pembersihan alat ini kan kita buka, jadi sisa-sisa produksinya masih mengeluarkan bau," katanya.

Hario menambahkan jika pihaknya akan terus berupaya untuk menangani bau limbahnya.

"Saat ini memang masih ada keluhan tapi tidak setiap dari warga, kita terus informasikan perkembangannya," kata Hario. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved