Pengakuan Saksi atas Pembantaian di Papua: Kelompok Kriminal Bersenjata Menari-nari Sebelum Eksekusi

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua memberondong pekerja jalan trans Papua karena tidak suka kegiatan upacaranya dipotret.

Pengakuan Saksi atas Pembantaian di Papua: Kelompok Kriminal Bersenjata Menari-nari Sebelum Eksekusi
Facebook TPNPB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memberikan pernyataan atas pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya. 

TRIBUNSOLO.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua memberondong pekerja jalan trans Papua karena tidak suka kegiatan upacaranya dipotret oleh salah seorang pekerja PT Istaka Karya. 

Jimmi Aritonang salah satu korban selamat menceritakan detik-detik horor saat KKB memberondong tembakan.

Menurutnya pada tanggal 1 Desember 2018 seluruh karyawan PT Istaka Karya sebenarnya sudah memutuskan untuk tidak bekerja karena pada hari itu mereka libur karena ada upacara peringatan yang diklaim sebagai HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPNOPM).

Upacara tersebut dilaksanakan kelompok KKB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.

Jenazah Sertu Handoko Korban Penembakan KKB di Nduga Papua Diterbangkan ke Sorong

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi menceritakan kembali keterangan yang diproleh dari Jimmi saat keduanya bertemu di Wamena, Papua.

“Sekira pukul 15.00 WIT, kelompok KKB mendatangai Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan berjumlah 25 orang keluar, selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKB bersenjata campuran standar militer,” ujar Kolonel Aidi berdasarkan cerita dari Jimmi.

Kemudian, pada tanggal 2 Desember 2018, seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo.

Di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok.

“Tidak lama kemudian para KKB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua. Mereka kemudian secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat dan sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah,” ujar Kolonel Aidi, sebagaimana disampaikan Jimmi.

TNI Buka Suara soal Jumlah Korban Pembunuhan KKB di Nduga Papua yang Masih Simpang Siur

Setelah itu KKB meninggalkan para korban dan melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo.

Halaman
12
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved