Unjuk Rasa Karyawan SP BUN di Depan Kantor PTPN IX Solo, Pekerja Layangkan 7 Tuntutan

Delapan pabrik yakni dari wilayah Jatibarang, sumber Raharjo, Sragi, Pangka, rendeng, Gondang baru, Mojo dan Tasikmadu, Jawa Tengah.

Unjuk Rasa Karyawan SP BUN di Depan Kantor PTPN IX Solo, Pekerja Layangkan 7 Tuntutan
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Unjuk rasa para karyawan serta direksi dari Serikat Pekerja Perkebunan (SP BUN) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Direksi PTPN IX Solo, Kamis (6/12/2018).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sekitar seratus karyawan serta direksi dari Serikat Pekerja Perkebunan (SP BUN) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Direksi PTPN IX Solo, Kamis (6/12/2018).

Para pendemo berasal dari delapan pabrik serta satu direksi di bawah naungan PTPN IX.

Delapan pabrik yakni dari wilayah Jatibarang, sumber Raharjo, Sragi, Pangka, rendeng, Gondang baru, Mojo dan Tasikmadu, Jawa Tengah.

Mereka menyampaikan tujuh tuntutan yang dilayangkan terkait dengan efek revitalisasi pabrik gula dengan menutup pabrik gula BUMN, dan bersangkutan dengan kesejahteraan karyawan.

Sembari menyuarakan tuntutan tersebut mereka membentangkan sejumlah spanduk.

Antara lain bertuliskan, "Bapak Direktur jangan melantur, jangan kebiri hak kami, tambahan nafkah anak isteri," juga ada yang bertuliskan "SP Bun Nusantara IX UK PG Tasikmadu Menolak Penutupan Pabrik Gula BUMN,".

Aksi Lempar Batu Warnai Eksekusi Pengosongan Lahan Kentingan Baru Jebres Solo

Sementara Sentot Subarno selaku Ketua Umum Sarikat Pekerja Perkebunan Nusantara IX Jateng mengatakan tujuh tuntutan tersebut yakni meminta PT PTPN 3 holding Persero untuk mengkaji ulang program regrouping dengan disertai penutupan pabrik gula milik BUMN, kemudian minta kepada PTPN 9 untuk memberikan kepada manajemen PTPN 9 dalam rangka memanfaatkan kemampuan operasional perusahaan.

"Juga kami menuntut pada PTPN 9 untuk meningkatkan upaya produktivitas menuju perusahaan yang lebih sehat dan berdaya saing, Direksi PTPN 9 untuk bersama menghormati rambu-rambu peneraoan demi menjaga hubungan industrial yang lebih harmonis," ucapnya.

Juga mereka menuntut kepada direksi PTPN 9 untuk merealisasikan hak karyawan sesuai yang termaktub dalam PKB 2018 paling lambat tanggal 31 Desember 2018, serta penyelesaian program yang mengalami stagnasi SPB9 siap mendukung program manajemen PTPN 9 menuju harmonisasi industrial.

Dan juga penyehatan perusahaan SPBU 9 untuk menempuh langkah yang diperlukan dalam membela dan melindungi hak anggota serta menjaga kelangsungan hidup perusahaan. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved