Eksekusi Pengosongan Lahan Kentingan Baru Solo Dikecam Karena Tanpa Pemberitahuan

Evakuasi pengosongan lahan Kentingan Baru, Jebres, Solo, mendapat kecaman dari warga setempat karena tak ada surat pemberitahuan terlebih dulu.

Eksekusi Pengosongan Lahan Kentingan Baru Solo Dikecam Karena Tanpa Pemberitahuan
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Polisi saat berupaya membuka barikade di sisi selatan Kentingan Baru, Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kedatangan aparat gabungan untuk evakuasi pengosongan lahan Kentingan Baru, Jebres, Solo, mendapat perlawanan dari warga.

Kuasa hukum warga Kentingan Baru dari LBH Yogyakarta, NW Satrio Kusma Manggala, mengatakan bahwa pengosongan yang dilakukan pemkot pada Kamis (6/12/2018) siang, merupakan tindakan yang semena mena.

"Selain tanpa didahului dengan surat pemberitahuan, tercatat terdapat beberapa korban luka-luka dari warga dan mahasiwa," katanya Jumat (7/12/2018) siang.

Selain itu juga terdapat 8 warga yang sempat ditahan oleh pihak kepolisian pada peristiwa tersebut.

Dirinya juga menganggap bahwa mobilisasi sejumlah aparat disertai mobilisasi preman untuk mengusir warga penghuni tanah Kentingan Baru.

"Pada peristiwa itu, pihak Aparat Gabungan berdalih melakukan penggusuran berdasarkan ganti rugi yang sudah diberikan," katanya.

"Namun demikian, dari 5 rumah yang dirobohkan pada hari tersebut terdapat 1 rumah yang ikut dirobohkan padahal tidak ada kesepakatan ganti rugi sebelumnya," ujarnya.

Dilawan Warga, Eksekusi Pengosongan Lahan Kentingan Baru Solo Baru Robohkan 4 Bangunan

Peristiwa pengosongan merupakan buntut dari sengeketa tanah seluas 15.000 meter persegi antara warga yang menghuni tanah dengan 6 orang pemegang sertifikat.

Seperti diketahui, petugas dan pekerja pemilik lahan mendapatkan perlawanan dari penghuni saat pengosongan sebuah lahan di Kentingan Baru, Kamis (6/12/2018) siang.

Hingga eksekusi pengosongan sebuah lahan di Kentingan Baru berakhir, belum semua bangunan di lahan tersebut bisa dirobohkan.

Saat ini, belum diketahui apakah eksekusi akan dilanjutkan atau tidak. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved