Kuasa Hukum Warga Kentingan Baru Sebut Surat Tanah tak Bisa Buktikan Hak Sepenuhnya atas Tanah

Kuasa hukum warga Kentingan Baru sebut bukti surat tanah atau sertifikat tak bisa menjadi barang bukti hak atas tanah.

Kuasa Hukum Warga Kentingan Baru Sebut Surat Tanah tak Bisa Buktikan Hak Sepenuhnya atas Tanah
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Kericuhan terjadi saat aparat hendak membuka akses masuk ke Kentingan Baru sisi selatan, Jebres, Solo, Kamis (6/12/2018) pagi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kuasa hukum warga Kentingan Baru dari LBH Yogyakarta, NW Satrio Kusma Manggala, mengatakan bahwa bukti surat tanah atau sertifikat tak bisa menjadi barang bukti hak atas tanah.

"Adapun kesalahan Pemerintah Kota Surakarta dan Badan Pertanahan Nasional Surakarta dalam kasus ini adalah tidak memperhatikan ketentuan Undang-undang No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria," katanya, Jumat (7/12/2018) siang.

"Secara hukum, hak atas tanah didasarkan pada bukti formal dan bukti materiel, surat digolongkan sebagai bukti formal," katanya.

"Dengan demikian bukti surat saja tidak sepenuhnya kuat membuktikan adanya hak atas tanah," katanya.

Untuk sempurnanya suatu hak, harus terpenuhi bukti materiel berupa penguasaan fisik tanah.

"Perlu diperhatikan, pemegang surat hak tanpa menguasai fisik tanah selama bertahun-tahun, secara hukum haknya dapat gugur," katanya.

Sedangkan seseorang yang menguasai fisik tanah selama bertahun-tahun dan secara terus-menerus dengan beritikad baik dapat menyampaikan permohonan untuk diberikan hak baru atas tanah tersebut.

Dirinya membeberkan kesalahan Pemerintah Kota Surakarta adalah dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Wali Kota Surakarta Nomor 845.05/17.2/1/2017, yakni tentang Tim Penyelesaian Hunian Tidak Berizin di Kentingan Baru, Jebres.

Eksekusi Pengosongan Lahan Kentingan Baru Solo Dikecam karena tak Ada Pemberitahuan

"Surat Keputusan wali kota ini menjadi prematur mengingat bahwa pokok persoalan yang sedang terjadi disini adalah sengketa kepemilikan tanah," katanya.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved