BPBD Catat Polokarto, Grogol, dan Mojolaban Masuk dalam Wilayah Rawan Banjir Kabupaten Sukoharjo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo menandai tiga kawasan yang rawan banjir atau tergenang air saat hujan deras di Sukoharjo

BPBD Catat Polokarto, Grogol, dan Mojolaban Masuk dalam Wilayah Rawan Banjir Kabupaten Sukoharjo
KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA
Ilustrasi Banjir 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo menandai tiga kawasan yang rawan banjir atau tergenang air saat hujan deras di Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Kepala BNPB Kabupaten Sukoharjo, Sry Mariyanto, daerah rawan banjir meliputi wilayah Kecamatan Polokarto, Kecamatan Grogol, dan Kecamatan Mojolaban.

Hal itu diungkapkan setelah menghadiri simulasi latihan palenanggulanan bencana di Waduk Mulur, Jumat (8/12/2018).

"Hujan dengan intensitas tinggi dan lama akan menyebabkan beberapa wilayah di Grogol, Polokarto, dan Mojolaban tergenang," Kata Sri.

Pamerkan Foto Tiga Anak, Risty Tagor Dibanjiri Pertanyaan, Sudah Menikah Lagi?

Sri mengkhawatirkan pembangunan parapet di Solo imbasnya akan sampai ke Sukoharjo.

"Dijurug hingga Kampung Sewu, Solo, aliran Sungai Bengawan Solo sudah diparapet, ditakutkan kalau curah hujan tinggi larinya Sukoharjo," Imbuh Sri.

Selain banjir, Sri juga beberkan lokasi rawan longsor di Kabupaten Sukoharjo.

"Titik longsor utama ada di Kawasan Bulu dan Weru, tapi Weru tidak begitu tinggi," jelas Sri.

Lagi, Istri Pertama Kiwil Tulis Curhatan Rasanya Berbagi Cinta dengan Istri Muda

Selain itu erosi sungai juga diwaspadai, karena lebih sering terjadi.

"Sepanjang aliran sungai Bengawan Solo, tanah yang terkana erosi kalau ada banjir besar," kata Sri.

Sri mengungkapkan jika sementara ini titik longsor dan erosi jauh dari pemukiman, namun dirinya juga menhimbau agar masyarakat tetap waspada.

Hamil Anak Pertama, Tasya Kamila Makin Bahagia dapat Penghargaan dari MNC Lifestyle Awards

Mengantisipasi hal tersebut BNPB telah bekerja sama dengan TNI, Polri, dan ormas jika bencana sewaktu-waktu datang.

BNPB sudah menggandeng 17 komunitas relawan dan sudah mempersiapkan tenda, logistik, perahu karet, dan berbagai peralatan SAR lainnya.

"Jadi jika bencana sewaktu-waktu datang, kami sudah siap, dan segera melakukan tindakan" terang Sri. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved