AHY Beberkan Beda Militer dan Politik: Kalau di Militer Musuh Jelas, Mana Kawan dan Lawan

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) buka suara soal perbedaan berkiprah di dunia militer dan dunia politik. Terutama dalam mengenali musuh.

AHY Beberkan Beda Militer dan Politik: Kalau di Militer Musuh Jelas, Mana Kawan dan Lawan
instagram/agusyudhoyono dan KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES
Agus Harimurti Yudhoyono semasa aktif sebagai anggota TNI dan kini jadi Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat. 

TRIBUNSOLO.COM - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) buka suara soal perbedaan berkiprah di dunia militer dan dunia politik.

Hal itu ia sampaikan dalam sesi interview bersama Wahyu Muryadi di acara E-Talkshow tvOne yang tayang 21 Desember 2018 kemarin.

Sebelumnya, AHY sempat menjelaskan alasannya menitikkan air mata saat pidato mundur dari TNI.

Menurut putra sulung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, ia menangis karena merasa terharu.

Komandan Satuan Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Setelah gagal mengusung AHY menjadi cawapres, Partai Demokrat menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Prabowo-Sandiaga untuk maju dalam Pilpres 2019.
Komandan Satuan Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Setelah gagal mengusung AHY menjadi cawapres, Partai Demokrat menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Prabowo-Sandiaga untuk maju dalam Pilpres 2019. (KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES)

"Mas Agus sedih enggak sih kalau meninggalkan karier sebagai tentara? Harusnya bisa jadi jenderal, saya yakin you can do that," tanya Wahyu.

AHY pun menjelaskan bagaimana perasaannya saya memutuskan berpisah sebagai anggota TNI.

"Waktu itu saya menitikkan air mata dan itu bukan air mata pencitraan. Karena saya merasa terharu," jawab AHY.

"Bagaimana tidak? Selama 16 tahun saya mengabdi sebagai prajurit bersama yang lain, baik dalam suka maupun duka. Saat latihan, daerah operasi, dalam dan luar negeri," lanjut dia.

Menurutnya, memori itulah yang membuat langkahnya meninggalkan dunia militer menjadi agak berat.

"Tentu ada rasa haru yang menyertai saya untuk menuju pengabdian baru," tegas AHY.

Halaman
1234
Penulis: Hanang Yuwono
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved