Pemilu 2019

Hingga Desember 2018, Bawaslu Solo Tertibkan 766 Pelanggaran APK

Dalam kurun waktu 23 September hingga 5 Desember 2018, Bawaslu Solo berhasil menertibkan sebanyak 766 Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar.

Hingga Desember 2018, Bawaslu Solo Tertibkan 766 Pelanggaran APK
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Anggota Bawaslu Solo saat melakukan penempelan stiker terhadap APK liar, Jumat (14/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dalam kurun waktu 23 September hingga 5 Desember 2018, Bawaslu Solo berhasil menertibkan sebanyak 766 Alat Peraga Kampanye (APK) yang dianggap melanggar aturan.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Kota Surakarta Agus Sulistyo saat jumpa pers di Kantor Bawaslu Surakarta, Jumat (28/12/2018) siang.

"Selama kurun waktu September hingga Desember 2018, yakni sejak dimulainya tahapan kampanye selama 96 hari, Bawaslu telah menertibkab sejumlah 766 APK," katanya Jumat (28/12/2018) siang.

Dengan rincian pada sebagai berikut:

  • 22 September 2018: 54 APK
  • 28 November 2018: 192 APK
  • 1 Desember 2018 : 23 APK
  • 3 Desember 2018 : 55 APK
  • 4 Desember 2018 : 184 APK
  • 5 Desember 2018 : 258 APK

Marak APK Liar di Solo, Bawaslu Tempeli Stiker Peringatan untuk Para Caleg Nakal

"Bawaslu Kota Surakarta telah melakukan pengawasan dan penertiban terhadap pelanggaran," katanya.

Pelanggaran ini sendiri menyangkup 3 hal yakni pertama APK yang melanggar karena diletakkan di lokasi yang terlarang sesuai Perwali no. 2/2009.

APK pun dilarang dipasang di lembaga pendidikan, stasiun, terminal, rambu-rambu lalu lintas, jembatan, pohon pelindung.

Sedangkan jumlah APK juga dibatasi.

Pelanggaran kedua yakni APK yang mengandung materi kampanye yang dilarang yaitu mempersoalkan dasar dan melakukan kegiatan yang membahayakan kebutuhan NKRI.

Beberapa hal yang dianggap membahayakan yakni melakukan penghinaan berdasarkan SARA dan melakukan hasutab serta mengadu domba perorangan atau kelompok.

Ketiga yakni APK yang dipasang di kendaraan umum.

"Namun, di Solo Bawaslu belum menemukan APK yang mengandung materi SARA dan penghinaan terhadap perorangan maupun kelompok," tutupnya. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved