Liburan di Solo

Tahun 2019 Mendatang, Taman Satwa Taru Jurug Solo Akan Tambah Wahana Baru

Taman Satwa Taru Jurug mempersiapkan 2 hektare lahan untuk dibangun wahana baru sebagai penunjang wisatawan pada 2019.

Tahun 2019 Mendatang, Taman Satwa Taru Jurug Solo Akan Tambah Wahana Baru
Instagram/jurugsolozoo
Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo menjadi salah satu tempat wisata di Kota Solo.

Liburan akhir tahun ini sudah ribuan wisatawan yang mengunjungi Taman Jurug.

Berbagai wahana menarik telah disiapkan Taman Jurug guna memanjakan para wisatawan.

Taman Jurug sudah menyiapkan 76 jenis satwa dan 364 ekor satwa sebagai pengetahuan dan media belajar bagi anak-anak.

Untuk bisa menikmati indahnya TSTJ kalian hanya perlu membayar sebesar Rp 20 ribu saja.

Dikunjungi Ribuan Orang, Taman Satwa Taru Jurug Solo juga Didatangi Wisatawan Luar Kota

Namun, untuk menunggang gajah, unta, dan kuda kalian harus membayar lagi sebesar Rp 10 ribu.

TSTJ beroperasi mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Lokasi tunggang unta di Taman Jurug
Lokasi tunggang unta di Taman Jurug (TribunStyle.com/Desi Kris)

Selain jenis-jenis satwa dan taman pelangi, di tahun 2019 mendatang, Taman Jurug ternyata sudah menyiapkan wahana baru.

Salah satunya adalah Kolam Receh yang kini sedang tahap pembangunan.

Kolam Receh Taman Jurug sedang dalam proses pembangunan.
Kolam Receh Taman Jurug sedang dalam proses pembangunan. (TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI)

"Kolam receh sedang dalam proses pembangungan, nanti pas lebaran nanti beroperasional," ujar Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir yang ditemui pada Kamis (27/12/2018).

Tak hanya itu saja, Taman Jurug juga memiliki kurang lebih 2 hektar lahan untuk dibangun beberapa wahana menarik lainnya.

"Ada, kita sudah kerja sama dengan PT Warna Bhuana Indonesia, dimana dia akan mengerjakan lahan kurang lebih 2 hektar itu nanti akan membangun kuda nil baru, terus membangun tempat panggung baru yg lebih bagus dari Taman Hiburan Srriwedari," ucap Bimo.

Untuk para pedagang kaki lima (PKL) ke depan juga akan ditata.

"Kemudian juga pkl (pedagang kaki lima) ditata sehingga lebih menarik, lebih higenis lebih tertata dan bisa lebih rapi," paparnya.

(TribunStyle.com/Desi Kris)

Penulis: Desi Kris
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved