Angka Pencurian Kategori Currat dan Curranmor di Sukoharjo Sepanjang Tahun 2018 Turun

Tindak kejahatan pencurian di Sukoharjo selama tahun 2018 telah dirilis oleh Polres Sukoharjo, Senin (31/12/2018).

Angka Pencurian Kategori Currat dan Curranmor di Sukoharjo Sepanjang Tahun 2018 Turun
TribunSolo.com/Agil Tri
Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi saat konferensi pers di ruang Panjura Polres Sukoharjo, Senin (31/12/2018). 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Tindak kejahatan pencurian di Sukoharjo selama tahun 2018 telah dirilis oleh Polres Sukoharjo, Senin (31/12/2018).

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi saat konferensi pers di ruang Panjura Polres Sukoharjo, membacakan sendiri hasil dari jumlah kejahatan pencurian di Sukoharjo.

Dari data yang dibacakan Iwan, ada penurunan angka pencurian kategori pencurian berat (Currat) dan pencurian kendaraan bermotor (Curranmor).

Untuk Currat, pada tahun 2018 terjadi sebanyak 58 kasus, yang turun dari tahun lalu sebanyak 73 kasus.

Kecelakaan Karambol di Jalan Sukoharjo-Wonogiri, Seorang Anak Tewas, 1 Luka Berat, 12 Luka Ringan

Lokasi kejahatan masih didominasi di Lingkungan pemukiman penduduk dengan jumlah 36 kasus.

Sedangkan untuk pertokoan atau pasar terjadi 13 kasus pencurian.

"Saya sudah menduga, seiring dengan kemajuan Sukoharjo, kejahatan di pertokoan, mall, maupun pasar akan meningkat, oleh karena itu saya imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati," katanya.

Iwan juga mengerahkan unit patrolinya untuk selalu menyisir di setiap pemukiman dan pertokoan.

Sementara untuk kasus Curranmor, pada tahun 2018 terjadi sebanyak 21 kasus, sedangkan tahun lalu mencapai angka 34 kasus.

Yang terjadi dilingkungan Jalan umum 12 kasus, pemukiman penduduk 4 kasus, lingkungan pendidikan 2 kasus, dan pertokoan atau pasar 3 kasus.

Pencurian Sepeda di Banjarsari Solo Ini Terungkap saat Tersangka Jual Sepeda ke Calon Pembeli

Modus operasinya dengan merusak kunci 11 kasus, kelalaian korban 8 kasus, dan masuk rumah 2 kasus.

"Kejahatan bisa terjadi tidak karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan, seperti 8 kasus tersebut disebabkan karena kelalaian."

"Pemilik kendaraan bermotor lupa mencabut kunci motor, dan meninggalkan kendaraannya begitu saja, saat kembali motor sudah hilang," kata Iwan. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved