Jumlah Laka Lantas di Sukoharjo Sepanjang 2018 Meningkat 12,8 Persen, Ini Penyebabnya

Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Sukoharjo meningkat sebanyak 12,8 persen sepanjang 2018.

Jumlah Laka Lantas di Sukoharjo Sepanjang 2018 Meningkat 12,8 Persen, Ini Penyebabnya
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi saat konferensi pers di ruang Panjura Polres Sukoharjo, Senin (31/12/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Sukoharjo meningkat sebanyak 12,8 persen sepanjang 2018.

Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu yang terjadi sebanyak 499 kasus, sementara tahun ini menjadi 563 kasus.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat konferensi pers di Ruang Panjura Polres Sukoharjo, Senin (31/12/2018).

Ada pun kenaikan lainnya seperti jumlah penyelesaian kasus laka lantas dari 491 meningkat menjadi 552, korban luka ringan dari 509 menjadi 650, dan rumat dari 445.000.000 menjadi 475.150.000.

Sementara penurunan terjadi pada jumlah Selra Laka dari 98,4 persen menjadi 98 persen, korban meninggal dari 114 menjadi 101 korban, dan korban luka berat dari 1 menjadi 0.

Menanggapi hal ini, Iwan mengatakan kebanyakan kecelakaan terjadi karena human error.

"Kebanyakan kecelakaan terjadi pada kalangan usia produktif, pendidikan kelalulintasan akan kita arahkan pada pengendara-pengendara pemula," katanya.

Untuk mempersiapkan para pengendara pemula, Iwan ingin mendatangi sekolah untuk memberikan pendidikan lalu lintas.

"Saat usia calon pengemudi ini sudah mencapai 17 tahun, mereka sudah dibekali dengan pengetahuan lalu lintas yang baik dan benar," katanya.

Selain faktor manusia yang lalai atau tidak berhati-hati, faktor kecelakaan juga terjadi karena faktor kontur jalan.

"Kami bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum untuk menambah rambu-rambu lalu lintas, penerangan jalan, rekayasa lalu lintas, manajemen trafik karena beberapa kecelakaan terjadi karena kontur jalan," ucapnya.

Selain itu, jumlah tilang juga naik dari 34.654 menjadi 35.564, jumlah teguran naik dari 14.413 menjadi 26.392, dan Denda turun dari 1.645.602.000 menjadi 1.600.783.000.

Kenaikan ini diakibatkan program Polres Sukoharjo yang ingin memberikan shock therapy kepada pengguna jalan yang melanggar.

"Kami ingin memberikan shock terapi kepada masyarakat, harapannya masyarakat bisa lebih menaati aturan lalu lintas," katanya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved