2018, Kota Solo Alami Inflasi Sebesar 2,45 Persen

Selama tahun 2018 tren inflasi Kota Solo mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2017 lalu

2018, Kota Solo Alami Inflasi Sebesar 2,45 Persen
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Kantor BPS Kota Solo 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Selama tahun 2018 tren inflasi Kota Solo mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2017 lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo, R Bagus Rahmat Susanto berujar di mana selama periode Januari hingga Desember 2018 sebesar 2,45 persen.

Angka tersebut masih di bawah prediksi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo yaitu 3,5 +/- 1 persen.

Dilihat dari kelompok pengeluaran untuk makanan jadi, minuman rokok, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 3,45 persen, diikuti bahan makanan sebesar 2,13 persen.

Tarif Angkutan Udara Menjadi Penyumbang Tertinggi Inflasi Kota Solo Periode Akhir Tahun 2018

"Kelompok yang juga memberikan sumbangan cukup tinggi yaitu transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,99 persen," katanya kepada Tribunsolo.com, Rabu (2/1/2019).

Sementara itu, dikatakannya, ada beberapa komoditas yang menghambat inflasi atau memberikan sumbangan terhadap deflasi.

Antara lain komoditas minyak goreng turun harga 1,10 persen atau memberikan kontribusi 0,01 persen.

Realisasi Peningkatan Signifikan, Penerimaan Negara Tahun 2018 Tembus Rp 1.942,3 Triliun

"Meski termasuk terkendali, dikatakannya, berdasarkan data BPS Kota Surakarta merupakan kota dengan angka inflasi tertinggi di Jawa Tengah," ungkapnya.

Ia mengatakan untuk Kota Purwokerto inflasi sebesar 0,53 persen, Kudus 0,48 persen, Tegal 0,47 persen, Cilacap 0,45 persen, dan Semarang 0,36 persen. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved