Tak Tergerus Zaman, Motif Batik Lawasan Asal Solo Masih Jadi Primadona Pasar

Menurut pengrajin batik asal Solo, Muhammad Tomi Tamsis, meski marak motif batik modern di pasaran, motif lawasan masih jadi primadona bagi masyarakat

Tak Tergerus Zaman, Motif Batik Lawasan Asal Solo Masih Jadi Primadona Pasar
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA
Pameran batik di Solo Square Mall, difoto Kamis (3/12/2019). Sejumlah peserta. pameran mengatakan, motif batik lawasan masih disukai konsumen. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Motif Batik terus berkembang seiring zaman yang makin modern.

Sehingga dapat dikatakan motif batik pun semakin inovatif, sesuai dengan karakter pasar yang ada.

Namun walaupun demikian, tidak serta merta membunuh pasar batik motif tradisi.

Menurut pengrajin batik asal Solo yang juga pemilik Toko Batik Kawung Solo, Muhammad Tomi Tamsis, meski marak motif batik modern di pasaran, motif lawasan masih jadi primadona bagi masyarakat.

Kualitasnya Sama dengan Batik Milik Jokowi, Ini Kain Batik Tulis Termahal di Pasar Klewer Solo

"Motif seperti kawung, parang dengan warna-warna sogan masih sangat diminati," katanya kepada Tribunsolo.com, di sela pameran batik di Solo Square Mall, Kamis (3/12/2019).

Karena, lanjutnya, motif batik lawasan ini selalu memiliki filosofi yang mendalam bagi sebagian masyarakat.

"Untuk peminatnya pun tidak hanya asal Solo saja, namun juga luar Solo," imbuhnya.

Yakni hingga pasar Medan, Palembang, dan Jakarta.

Di Solo Ada Sentra Produksi Sari Lerak untuk Batik Cap dan Tulis

Ia mengatakan batik yang banyak diminati oleh konsumen mulai harga Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per potong.

Senada dengan Tomi, Reni pengrajin batik asal Solo lainnya mengatakan mengatakan motif lawasan masih diminati konsumen baik itu dalam bentuk pakaian maupun kain.

Khusus untuk pakaian, model yang banyak dicari yaitu setelan atau atasan dan bawahan.

Pihaknya berujar masih memproduksi fashion dengan dasar motif lawasan, dengan kisaran harga Rp1,5 juta.

"Sedangkan untuk atasan pria saja harganya sekitar Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu per potong," tuturnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved