Berulang Kali Lapor soal Air Tercemar, Warga Bantaran Kali Kebo Belum Dapat Respons Pemerintah

Air Kali Kebo diketahui tercemar akibat limbah TPA Putri Cempo, limbah dari buangan sampah Kota Solo hingga air tinja yang dibuang sembarangan.

Berulang Kali Lapor soal Air Tercemar, Warga Bantaran Kali Kebo Belum Dapat Respons Pemerintah
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Aliran sungai Kali Kebo di Dusun Sulurejo, Plesungan, Karanganyar, yang berwarna coklat akibat limbah, Jumat (4/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Seorang warga yang tinggal di bantaran Kali Kebo, di RT 10, RW 09, Dusun Sulurejo, Kelurahan Plesungan, Karanganyar, Jateng, yakni Imron mengeluhkan bau tak sedap datang dari air yang tercemar.

Kali Kebo merupakan salah satu anak sungai Bengawan Solo yang alirannya melewati Dusun Sulurejo.

Imron menuturkan, sudah sejak lama dirinya dan warga melaporkan tercemarnya sungai di wilayahnya kepada instansi terkait.

Air sungai tersebut diketahui tercemar akibat hasil dari limbah TPA Putri Cempo, limbah dari buangan sampah Kota Solo hingga air tinja yang dibuang sembarangan.

Warga Bantaran Kali Kebo di Plesungan Karanganyar Dekat Solo Keluhkan Bau Busuk Air Sungai Tercemar

"Sungai ini memang bau sejak dulu dan kami sebagai warga jelas terganggu dengan tercemarnya sungai ini," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (4/1/2019) siang

"Tapi ya bagaimana sejak lama kami melaporkan juga tidak ada tanggapan," keluh Imron.

Dirinya menjelaskan bahwa sungai yang tercemar sangat parah berada di RT 08, RT 07 dan RT 05.

"Di RT tersebut air yang tercemar sangat parah," ungkap Imron.

Nama Baik Tercemar terkait Kasus Gedung Granadi, Tommy Soeharto Laporkan Jaksa Agung Prasetyo

Pantauan TribunSolo.com, dari badan jalan sungai tersebut memang sudah tercium bau tak sedap.

Selain itu, air sungai juga berwarna coklat kehitaman.

Terlepas dari bau air sungai, warga bantaran Kali Kebo juga mengkhawatirkan bencana longsor.

"Tempat ini juga dulu pernah longsor hingga banjir di daerah sini," ujar Imron.

"Karena akhir akhir ini sering hujan kami juga khawatir longsor lagi dan banjir," ucap Imron.

Sehingga dirinya meminta kepada pemerintah untuk mau peduli terhadap warga yang terkena limbah air sungai.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved