Berdayakan Pasar Tradisional, Pemkab Sukoharjo Perpanjang Moratorium Larangan Izin Pasar Modern

Saat ini pasar tradisional dan pedagang rumahan kalah bersaing dengan pasar swalayan modern.

Berdayakan Pasar Tradisional, Pemkab Sukoharjo Perpanjang Moratorium Larangan Izin Pasar Modern
TribunSolo.com/Agil Tri
Aktivitas pedagang di Pasar Rakyat Kepuh Kabupaten Sukoharjo 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo memperpanjang moratorium tentang larangan pendirian dan penerbitan izin untuk minimarket modern di Kabupaten Sukoharjo.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya saat berbincang dengan wartawan, Senin (7/1/2019), sebagai upaya mempertahankan dan memperdayakan pasar tradisional.

Saat ini pasar tradisional dan pedagang rumahan kalah bersaing dengan pasar swalayan modern, yang mengakibatkan pasar tradisional dan pedagang rumahan semakin tersingkir.

Selain memperpanjang monotorium, Pemkab Sukoharjo juga serius dalam membangun pasar-pasar tradisional di wilayahnya.

Penyetopan Layanan BPJS Kesehatan RS Kustati Tuntas, Ketua DPRD Solo Minta Kasus Serupa Tak Terulang

"Berbagai upaya terus kita lakukan dalam mempertahankan pasar-pasar tradisional, salah satunya merevitalisasi pasar tradisional dengan harapan memberi kenyamanan bagi masyarakat saat berbelanja ke pasar, katanya.

Pada tahun 2018, empat pasar telah rampung direvitalisasi oleh Pemkab Sukoharjo,dan saat ini sudah mulai ditempati oleh pedagang.

Keempat pasar itu meliputi Pasar Kepuh dan Pasar Purwo di Kecamatan Weru, Pasar Plumbon di Kecamatan Mojolaban, dan Pasar Daleman di Kecamatan Baki.

“Kami berusaha menghilangkan image negatif terhadap pasar tradisional dengan membuat kebijakan agar pasar tradisional tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbelanja,” katanya.

Jawab Keresahan Pengrajin di Sukoharjo, Menteri Perdagangan Tegaskan Tak Akan Ekspor Rotan Mentah

Salah satu upayanya yakni membenahi pasar tradisional dengan merevitalisasi fisik pasar, menata tempat dagangan sesuai zona, melengkapi fasilitas pasar, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui pembinaan, pelatihan, pengawasan.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik pasar tradisional supaya tidak kalah dengan pasar modern.

"Dengan revitalisasi ini kita ingin membuang kesan kumuh dan bau pada pasar tradisional, dengan mempercantik bangunan pasar sehingga terlihat bersih dan tertata rapi," katanya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved