Pemilu 2019

Capres-Cawapres Fiktif Nurhadi-Aldo Viral, KPU: Warna Baru untuk Segarkan Pemilu 2019

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis mengatakan, KPU tak mempermasalahkan kehadiran pasangan calon presiden dan cawapres fiktif.

Capres-Cawapres Fiktif Nurhadi-Aldo Viral, KPU: Warna Baru untuk Segarkan Pemilu 2019
Kompas.com/Istimewa
Foto paslon presiden dan wakil presiden fiktif, Nurhadi-Aldo, dengan nomor urut 10. 

TRIBUNSOLO.COM - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis mengatakan, KPU tak mempermasalahkan kehadiran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden fiktif, Nurhadi-Aldo.

Pasangan ini viral di media sosial dan mendapatkan perhatian warganet.

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, menurut Viryan, kehadiran pasangan calon itu justru dapat berdampak positif bagi Pemilu 2019.

Nurhadi-Aldo, dinilai bisa memberikan warna baru menjelang pemilu.

KPU mengapresiasi kehadiran pasangan tersebut sebagai kreativitas jelang pemilu.

"Itu kan hadir sebagai warna baru dalam pemilu yang saya lihat menyegarkan publik, mengingatkan banyak pihak, termasuk kami dan peserta pemilu bahwa penting untuk kemudian kita semua fokus untuk substansi pemilu itu sendiri," kata Viryan saat ditemui di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Cerita Nurhadi, Tukang Pijat Viral sebagai Capres Fiktif, Kini Banjir Rezeki dan Dilirik YouTuber

Menurut Viryan, kehadiran Nurhadi-Aldo tak akan meningkatkan golput.

Sebaliknya, keberadaan mereka mendorong masyarakat untuk lebih bersemangat menyambut pemilu.

Di tengah suasana politik yang kian memanas, Nurhadi-Aldo dapat memberikan kegembiraan.

Suasana ini dianggap yang bisa menghilangkan kejenuhan masyarakat terhadap politik.

"Dan itu menginspirasi kami bagaimana di tengah suasana yang seperti ini, KPU penting kemudian menyampaikan terkait dengan teknis penyelenggaraan pemilu ada aspek riang gembiranya," ujar Viryan. (Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komentar KPU soal Fenomena Capres-Cawapres Fiktif Nurhadi-Aldo"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved