Dorong Nilai Ekspor, Kementerian Perdagangan akan Evaluasi Aturan dan Perizinan

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menyebut pertumbuhan ekonomi pada 2019 diprediksi akan turun menjadi 3,7 persen.

Dorong Nilai Ekspor, Kementerian Perdagangan akan Evaluasi Aturan dan Perizinan
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, saat mengunjungi pabrik mebel dan kerajinan lokal di Dusun Galan, Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharo, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pertumbuhan perekonomian dunia terus mengalami penurunan, yang berimbas pada penurunan ekspor di Indonesia.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menyebut pertumbuhan ekonomi pada 2019 diprediksi akan turun menjadi 3,7 persen.

"Bank Dunia mencatat tahun 2017 pertumbuhan ekonmoi dunia 4,7 persen, tahun 2018 turun menjadi 3,9 persen, dan 2019 diperkirakan turun lagi menjadi 3.7 persen," katanya saat mengunjungai pabrik mebel dan kerajinan lokal di Dusun Galan, Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Selasa (8/1/2019).

Hal ini berimbas pada daya beli konsumen sehingga nilai ekspor di Indonesia pada 2018 sempat mengalami penurunan.

"Pak presiden mendorong kita untuk meningkatkan ekspor pada komoditi yang memiliki nilai tambah," katanya.

Salah satu unggulan dan yang menjadi prioritas Kemendag adalah furnitur yang bahan bakunya dari dalam negeri, dan memperkerjakan potensi lokal.

"Tukang mebel kita hebat, dan saat ini banyak dicari berbagai negara, kita harus mengembangkan itu, karena membuat mebel itu susah butuh keahlian dan passion," katanya.

Upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan nilai ekspor, pemerintah akan mengkaji ulang dan merevisi undang-undang yang dinilai memberatkan ekspor.

"Peraturan waktu lalu yang sekiranya mempersulit akan kami perbaiki, kami akan tinjau ulang," katanya.

Enggartiasto menambahkan pemerintah terus mengkaji dan mengevalusi peraturan yang merepotkan untuk ekspor.

"Untuk mengatasi masalah menurunnya nilai ekspor, kita akan meninjau ijinnya juga biar pengusaha tidak kesulitan," ucapnya.

Selain itu, Enggartiasto menambahkan akses pasar dengan perjanjian akan kita tandatangani sehingga akan membuka akses pasar lebih besar, yang membuat pedagang mendapatkan akses informasi lebih.

"Kami akan ajak juga para pedagan yang memiliki komoditi lebih ke pameran seperti Expo Indonesia, yang mana pengunjung dan transasksinya meningkat," katanya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved