Kebutuhan Masyarakat dengan Layanan BPJS Kesehatan Cukup Tinggi di Solo Raya

BPJS Kesehatan Solo menyebut tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan BPJS Kesehatan di Solo Raya.

Kebutuhan Masyarakat dengan Layanan BPJS Kesehatan Cukup Tinggi di Solo Raya
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Penandatanganan MoU antara BPJS Kesehatan Cabang Surakarta bersama tiga Rumah Sakit di Solo Raya yang sempat terhEnti melayani pasien dengan BPJS, Senin (7/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Solo menyebut tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan BPJS Kesehatan di Solo Raya.

Begitu juga di tiga rumah sakit yang sebelumnya diputus mitra sehingga tidak dapat melakukan pelayan pasien ber-BPJS Kesehatan.

"Baik di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati Solo, RS Amal Sehat Sragen dan RS Amal Sehat Wonogiri," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Agus Purwono, kepada TribunSolo.com, Senin (7/1/2019).

Di tiga rumah sakit tersebut ada potensi besar peserta BPJS Kesehatan untuk dilayani.

Penghentian Layanan BPJS di Kustati, Kepala DKK Solo Bercerita Berhari-hari Ponselnya Terus Berbunyi

Di RSUI Kustati Solo ada sekitar 10.000 peserta, di RS Amal Sehat Sragen ada sekitar 8.000 peserta, dan di RS Amal Sehat Wonogiri ada sekitar 6.000  peserta.

Sementara dengan kembalinya tiga  Rumah Sakit tersebut melayani pasien BPJS Kesehatan merupakan suatu kelegaan tersendiri.

Direktur RSUI Kustati Ahmad Bi Utomo, Direktur RS Amal Sehat Wonogiri Rizky Mukti Sejati, dan Direktur RS Amal Sehat Sragen Dukut Sarwandi menyambut baik perpanjangan kontrak kerja sama dengan BPJS Kesehatan itu.

Dengan demikian, harap mereka, pasien peserta BPJS Kesehatan di wilayahnya bisa berobat ke rumah sakit dengan memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan yang  dimiliki.

Kepada Komisi IV DPRD Solo, RSUI Kustati Tegaskan per 7 Januari 2019 Layani Pasien BPJS Kesehatan

"Kerja sama ini sangat berpengaruh bagi rumah sakit, sebab lebih dari 85 persen pasien adalah peserta BPJS Kesehatan," kata dokter Ahmad Bi Utomo, usai tanda tangan kerja sama.

Selain itu bagi Direktur RS Amal Sehat Wonogiri Rizky Mukti Sejati, menambahkan kembalinya RS melayani pasien BPJS Kesehatan memang sangat diperlukan.

"Mengingat posisi RS kami berada di paling Timur Wonogiri, jarak dari pusat kota ke RS yakni 1 jam, jadi ketika kami tidak dapat melayani pasien BPJS, pasien akan banyak merugi," katanya.

Dan pihaknya juga bersyukur adanya rekomendasi perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS ini sehingga bisa kembali melayani pasien BPJS kesehatan terutama untuk pasien Hemodialisa.

"Harapan kami dengan adanya perpanjangan PKS ini RS kami dapat memegang pelayanan yang bermutu kualitas kepada pasien-pasien dengan BPJS Kesehatan," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved