Pecah Kendi, Mendag Lepas Kontainer yang Bawa Ekspor Mebel dari Desa Trangsan Sukoharjo

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita melepas truk kontainer yang membawa barang hasil CV. Maju Jaya yang bakal diekspor ke Italia.

Pecah Kendi, Mendag Lepas Kontainer yang Bawa Ekspor Mebel dari Desa Trangsan Sukoharjo
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat memecah kendi di Dusun Galan, Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharo, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengunjungi pabrik furnitur dan kerajinan lokal di Dusun Galan, Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jateng, Selasa (8/1/2019).

Kunjungan Enggar ini untuk melepas truk kontainer yang membawa barang hasil CV. Maju Jaya yang bakal diekspor ke Italia.

Dengan memecah sebuah kendi yang berisikan air, Enggar berharap nilai ekspor di Indonesia akan terus meningkat.

"Pemerintah akan terus mendorong para produsen untuk memenuhi pasar dalam negeri dan ekspor," katanya.

Menperin Airlangga Hartarto: 2030 Target Kembalikan Angka Ekspor Netto hingga 10 Persen

Enggar tidak memberikan target, karena berapapun nilainya, akan memberikan dampak positif bagi perekononian.

Menurut pemilik CV. Maju Jaya, Mulyadi nilai ekspor satu kontainer mencapai US$ 20 ribu hingga US$ 25 ribu.

"Seminggu kita berangkatkan 2 sampai 3 kontainer, jika sebulan sekitar 8 sampai 9 kontainer," ujarnya.

Bahan kerajinan mebel jadi seperti lemari, meja, dan kursi masih menjadi primadona dalam ekspor mebel ini.

Dollar Menguat, Kinerja Ekspor Jawa Tengah Terkerek Naik

Negara-negara dari Eropa menjadi sasaran utama dalam ekspor mebel pabrik furnitur di Trangsan ini.

"Ini kita kirim ke Italia, kita biasa mengekspor ke Prancis dan negara-negara di Eropa Timur," ucapnya.

Dalam ekspornya, Mulyadi mengatakan sempat mengalami penurunan yang disebabkan ekonomi global yang tidak stabil.

"Sempat ada penurunan sedikit, tapi ini kita sudah mulai naik lagi," katanya.

Soal kendala bahan baku, Mulyadi mengatakan ada kesulitan, namun sudah bisa diatasi.

"Kendala bahan baku ada, tapi sudah kita atasi dengan bekerjasama dengan daerah lain untuk ketersediaan bahan baku," tutup Mulyadi. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved