Terlibat Kasus Korupsi, Seorang PNS di Sukoharjo Ditetapkan sebagai Tahanan Rumah

EH ditetapkan sebagai tahanan rumah, dengan dugaan turut serta dalam penggelapan dana nasabah, dan hingga kini belum dilakukan penahanan untuk dirinya

Terlibat Kasus Korupsi, Seorang PNS di Sukoharjo Ditetapkan sebagai Tahanan Rumah
www.menpan.go.id
Ilustrasi pendaftaran CPNS 2018 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Sukoharjo berinisial EH menjadi tahanan rumah.

Saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (8/1/2019), Kepala Kejari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono mengatakan EH terlibat dalam kasus penyimpanan dana di Perusahaan Daerah Bank Pasar Sukoharjo periode 2006-2008.

EH ditetapkan sebagai tahanan rumah, dengan dugaan turut serta dalam penggelapan dana nasabah, dan hingga kini belum dilakukan penahanan untuk dirinya.

Ibunda Jokowi Resmikan Gedung Baru di Ponpes Kholifatullah Singo Ludiro Sukoharjo

Dalam kasus di PD Bank Pasar tersebut ada dua tersangka yang ditetapkan Kejari, satu tersangka sudah disidang dan divonis.

"Berkas perkara EH minggu ini baru akan kita limpahkan ke pengadilan tipikor," katanya.

"Untuk EH dugaannya adalah turut melakukan tindak pidana korupsi sehingga tetap diproses sesuai ketentuan yang ada."

Dalam kasus korupsi ini, negara mengalami kerugian hingga Rp 486 juta.

Menurut Tatang, EH tidak ikut menggunakan uang yang digelapkan tersebut, namun dalam kasus tersebut EH diduga turut serta melakukan tindak pidana tersebut.

EH sendiri terlibat dengan kasus yang menjerat atasannya bernama Yeti Rosilawati, mantan karyawan PD Bank Pasar dan telah divonis oleh Pengadilan Tipikor.

Yetty dijatuhi vonis penjara tiga tahun dan denda Rp 50 juta, apabila tidak dibayarkan harus diganti dengan hukuman penjara selama satu bulan.

Berdayakan Pasar Tradisional, Pemkab Sukoharjo Perpanjang Moratorium Larangan Izin Pasar Modern

Majelis hakim juga membebankan Yeti untuk membayar uang pengganti kepada negara atas perbuatan yang sudah dilakukan senilai Rp107.520.072.

Apabila tidak dibayarkan paling lama sebulan setelah ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, harta Yetty dapat disita oleh jaksa untuk dilelang.

Namun jika harta hasil lelang milik Yeti belum mencukupi untuk melunasi kewajibannya membayar uang pengganti pada negara, Yetty harus mengganti dengan kurungan penjara selama enam bulan.(*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved