Penyebar Hoaks akan Dipenjara hingga 3 Tahun

Polres Sukoharjo kembali ingatkan soal penyebaran hoaks. Pelaku bisa dituntut hukuman 3 tahun penjara.

Penyebar Hoaks akan Dipenjara hingga 3 Tahun
Sinode GKJ
Ilustrasi Hoaks. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Maraknya aksi penyebaran berita hoaks terutama di dunia maya, membuat masyarakat resah.

Yang terbaru adalah penyebaran video lama, yang menggambarkan dua orang terjun dari sebuah gedung.

Di mana video tersebut kembali diunggah dengan memberikan tag lokasi di Solo Baru.

Menurut keterangan dari Kapolsek Grogol, AKP Didik Noertjahjo, video tersebut merupakan video lama yang diunggah ulang.

"Video yang beredar diambil di Bandung, satu tahun lalu," katanya.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, memperkirakan akan banyak isu-isu hoaks yang beredar.

"Isu-isu hoaks akan terus muncul, terlebih di tahun politik ini," katanya saat wawancara dengan wartawan. Rabu (9/1/2019).

Konten-konten negatif, ujaran kebencian dan berita negatif akan terus mengiringi pesta demokrasi ini.

"Kami akan terus melakukan patroli di dunia maya untuk menemukan berita-berita hoaks, dan jika kami menemukannya kami akan klarifikasi lewat medsos kami," katanya.

Untuk memberikan efek jera, Iwan kembali mengingatkan mengenai Undang-undang ITE, yang mana penyebar hoaks akan dijerat hukuman.

"Hukuman yang dicantumkan di UU ITE cukup tinggi, bisa sampai 2-3 tahun bahkan lebih, tergantung kontennya," katanya.

Iwan menghimbau masyarakat untuk cerdas, dan tidak ikut menyebatkan berita hoaks, karena penyebar tersebut juga bisa dikenakan pasal.

"Untuk masyatakat Sukoharjo saya rasa cukup Cerdas, yang mana mereka selalu mengklarifikasi berita-berita hoaks tersebut," ujarnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved