NPC Indonesia Gandeng Kejari Solo Wujudkan Tertib Administrasi Pasca APG 2018

National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menggandeng Kejaksaan Negeri Solo untuk mewujudkan tertib administrasi pasca Asian Para Games 2018

NPC Indonesia Gandeng Kejari Solo Wujudkan Tertib Administrasi Pasca APG 2018
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun (tengah) dan anggota TP4D Kota Solo, Kamis (10/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menggandeng Kejaksaan Negeri Solo untuk mewujudkan tertib administrasi pasca Asian Para Games 2018.

Tertib administrasi tersebut sebagai komitmen setelah suksesnya penyelenggaraan APG 2018.

"Kami berterima kasih atas pendampingan dari Kejari Solo, sehingga kami bisa sukses prestasi di APG 2018 dan sukses administrasi," kata Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun dalam di sela-sela pemberian penghargaan ke Kejari Solo di NPC Indonesia, Solo, Kamis (10/1/2019).

Dalam kesempatan tersebut, NPC memberikan penghargaan kepada Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Solo berupa replika medali dan piagam.

Penghapusan Bagasi Cuma-cuma Lion Air dan Wings Air Diprediksi Berdampak pada Tur Dalam Negeri

"Penyusunan laporan pertanggungjawaban kami selalu dapat pengawasan dari kejaksaan agar dapat menyusun LPJ dengan benar," ujar Senny.

Di sisi lain, APG 2018 juga melibatkan unsur dari Kejaksaan RI yakni yang menjadi Chief de Mission atau Ketua Delegasi yakni Wakil Jaksa Agung RI, Arminsyah.

"Tentu peran beliau memimpin kontingen Indonesia sangat besar juga, "imbuh Senny.

Ketua Kejari Solo, Teguh Subroto mengatakan pihaknya sangat bangga bisa mengawal Indonesia dalam penyelenggaraan APG 2018.

Megawati Soekarnoputri Usul agar Jokowi Bentuk Badan Riset Nasional

"Kami juga mengucapkan selamat atas prestasi Indonesia yang bisa melampaui target medali di APG 2018, "kata Teguh.

"Jadi sukses penyelenggaraan, sukes prestasi dan sukses administrasi, " imbuhnya.

Tim TP4D melakukan pendampingan di antaranya penggunaan dana untuk penyediaan alat untuk atlet.

"Kalau ada yang belum tahu mungkin heran, kok ada kursi roda harganya puluhan juta? Ternyata memang seperti itu, karena spesifikasinya disesuaikan dengan atlet," terang Teguh.

"Jadi kami sama-sama belajar dengan NPC untuk menyusun LPJ sesuai ketentuan," pungkasnya. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved