BEI Surakarta Sebut Kontribusi Investor Pasar Modal Sektor Milenial Sangat Besar di Solo Raya

Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta menyebut, kontribusi sektor milenial dalam kinerja pasar modal di 2018 sangat besar.

BEI Surakarta Sebut Kontribusi Investor Pasar Modal Sektor Milenial Sangat Besar di Solo Raya
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Sekolah pasar modal di Kantor BEI Surakarta. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta menyebut kontribusi sektor milenial dalam kinerja pasar modal di 2018 sangat besar.

"Bahkan untuk Solo Raya saja, kenaikan jumlah investor pasar modal sebesar 40 persen, sangat signifikan sekali," kata Kepala BEI Surakarta, M Wira Adibrata, kepada TribunSolo.com, Jumat (11/1/2019).

Bahkan berdasarkan data, dikatakannya, jumlah investor di Solo Raya saat ini mengalami kenaikan.

Meningkatnya jumlah investor yang cukup signifikan ini juga karena pasar modal semakin bersolek bersamaan dengan masifnya teknologi digital di masyarakat.

Kaum milenial, merupakan sektor yang sangat lekat dengan digitalisasi ini, otomatis semakin paham juga dengan pasar modal.

Terlebih dengan melantainya jargon Yuk Nabung Saham, di mana esensinya menghapus eksklusivitas pasar modal hanya untuk kalangan menengah atas.

"Pasar modal bukan hanya sektor middle-up saja yang menikmati, namun sektor middle-low pun dapat mudah tersentuh," katanya.

Saat ini pun, berinvestasi di pasar modal sudah sangat terjangkau, katakanlah ada satu lembar saham yang di pasaran dibanderol dengan harga Rp 50.

Walaupun dengan ketentuan pembelian saham minimal satu slot yang berisi 100 lembar saham, masih sangat terjangkau bagi masyarakat.

Perhitungannya apabila masyarakat ingin membeli satu slot, Rp 50 tadi harga per lembar saham, dikalikan 100 lembar saham, hasilnya Rp 5.000 saja.

Selain itu pihaknya juga menerangkan untuk kenaikan jumlah investor yakni tampak pada tahun 2016 jumlah investor di Solo Raya sebanyak 17.517 investor, sedangkan di tahun 2018 naik menjadi 27.940 investor.

"Dengan transaksi setiap bulannya, yaitu sekitar Rp 3-3,5 triliun per bulan," imbuhnya.

Sementara itu, dikatakannya, dari sisi besaran transaksi pasar modal secara nasional saat ini mencapai Rp8 triliun per hari. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved