Pilpres 2019

Debat Perdana Pilpres 2019: Paslon Diharapkan Sampaikan Prioritas Komitmen di Bidang Hukum dan HAM

Direktur Eksekutif Institute for Criminal and Justice Reform (ICJR) Anggara Suwahju berharap, kedua paslon menunjukkan komitmennya terkait hukum & HAM

Debat Perdana Pilpres 2019: Paslon Diharapkan Sampaikan Prioritas Komitmen di Bidang Hukum dan HAM
(KOMPAS.com/ABBA GABRILIN)
Dua pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menghadiri deklarasi kampanye damai di Lapangan Silang Monas, 

TRIBUNSOLO.COM - Direktur Eksekutif Institute for Criminal and Justice Reform (ICJR) Anggara Suwahju berharap, kedua pasangan calon menunjukkan komitmennya terkait agenda penting di bidang hukum dan HAM.

Anggara menambahkan, komitmen tersebut perlu dituangkan dalam bentuk skala prioritas, yang disampaikan saat debat perdana Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Debat pertama Pilpres 2019 akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis, 17 Januari 2019. Tema yang diangkat adalah hukum, HAM, terorisme, dan korupsi.

"Sebenarnya yang kita pengin komitmen kedua paslon terhadap upaya perlindungan HAM terutama aspek-aspek fair trial di kasus-kasus hukuman mati, perubahan hukum pidana, dan sistem peradilan pidana, plus prioritasnya," kata Anggara saat dihubungi Kompas.com, Jumat (11/1/2019).

Alasan KPU Menolak Revisi Visi Misi Prabowo-Sandi

Pentingnya skala prioritas tersebut menurutnya agar masyarakat mengetahui arah pembangunan Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, dengan membeberkan skala prioritas, publik dapat memantau dan menagih janji paslon yang terpilih nantinya.

"Nanti kalau mulai memerintah, prioritas apa yang akan dibenahi dari tiga hal tersebut? Dari situ, tolok ukur keberhasilannya sejauh mana?," terangnya.

"Sehingga masyarakat bisa melakukan penilaian terhadap prioritas yang akan diambil oleh capres-cawapres," sambung dia.

Sebelumnya, Anggara menuturkan terdapat tiga isu hukum yang perlu dijawab oleh kedua paslon dalam debat.

Isu pertama adalah daftar panjang terpidana yang menunggu untuk dieksekusi mati.

Halaman
12
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved