Polres Wonogiri Tangkap Tersangka Kasus Tabrak Lari di Eromoko

Polres Wonogiri ungkap pelaku kasus tabrak lari di jalan Pracimantoro-Wonogiri, Dusun Mlangse, Desa Tubokarto, Pracimantoro, Wonogiri, Jumat (28/1).

Polres Wonogiri Tangkap Tersangka Kasus Tabrak Lari di Eromoko
TribunSolo.com/Agil Tri
Kabag Ops Kompol Jaka Wibawa dan tersangka tabrak lari saat konferensi pers di Polres Wonogiri, Kamis (10/11/2019) 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Polres Wonogiri ungkap pelaku kasus tabrak lari di jalan raya Pracimantoro-Wonogiri, Dusun Mlangse Lor, Rt: 02 / Rw: 05 Desa Tubokarto, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri pada Jumat (28/12/2018) lalu.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidyati melalui Kabag Ops Kompol Jaka Wibawa mengatakan seorang nenek bernama Saginem (74) warga Dusun Mlangse Lor Rt: 01 / Rw: 05 Desa Tubokarto, Kecamatan Pracimantoro meninggal dunia karena ditabrak sebuah mobil di lokasi tersebut, sekitar pukul 04.45 wib pada pada 28 Desember lalu.

"Pelaku tidak menolong korban, namun justru melarikan diri," katanya saat konferensi pers di Polres Winogiri, Kamis (10/12/2019).

Kasus Mercy VS Honda Beat di Solo, Ayah Korban Ingin Iwan Dibebaskan

Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku berkat keterangan dari saksi yang melihat ciri-ciri mobil dan beberapa komponen mobil yang tercecer di jalan.

Berdasarkan petunjuk yang terkumpul, polisi kemudian menangkap tersangka bernama Rudiyanto (33) warga Dusun Gabelan Kidul, Rt: 02 Rw: 05 Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

"Semula tersangka tidak mengaku, tetapi setelah diinterogasi, dia mengaku dan memberitahukan lokasi mobil yang dipakai," katanya.

Kecelakaan Bus Mira di Kartasura, 3 Orang Terluka termasuk Sopir dan Kernet Bus

Tersangka menggunakan mobil Honda Civic buatan tahun 1987 bernomor polisi AD 7837 LT.

Mobil tersebut dibawa oleh tersangka ke sebuah bengkel di dekat Terminal Penggung, Ngawen, Kabupaten Klaten untuk diperbaiki.

Menurut pengakuan tersangka, dia memperbaiki mobil itu guna menghilangkan jejak dan agar tidak diketahui orang tuanya.

Pasalnya, mobil mengalami kerusakan pada bagian kiri depan akibat menabrak pejalan kaki tersebut.

"Kecepatan saya waktu itu 80 kilometer per jam, saya lari karena takut diamuk warga," kata tersangka. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved