Suyatmi Mengaku Dianiaya Menggunakan Palu dan Pisau oleh Pengusaha Jenang Dodol di Sukoharjo

Polres Sukoharjo telah memeriksa saksi kunci dalam kasus tewasnya juragan dodol di dalam mobilnya, Jumat (11/1/2019).

Suyatmi Mengaku Dianiaya Menggunakan Palu dan Pisau oleh Pengusaha Jenang Dodol di Sukoharjo
TribunSolo.com/Agil Tri
Suyanti saat diperiksa Polres Sukoharjo di Rumahnya di Desa Candirejo, Semin, Gunung Kidul, Junat (11/1/2019) 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Polres Sukoharjo telah memeriksa saksi kunci dalam kasus tewasnya juragan dodol di dalam mobilnya, Jumat (11/1/2019).

Menurut keterangan Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, berdasarkan hasil pemeriksaan kepada Suyanti, sempat terjadi baku hantam antara Suyanti dengan Mujiman saat di TKP di dalam mobil Mujiman.

"Mujiman menganiaya Suyatmi di dalam mobilnya, yang pertama menggunakan Palu dan yang kedua menggunakan Pisau," kata Iwan dari kesaksian Suyanti.

Kasus Tewasnya Juragan Jenang di Sukoharjo Masih Menjadi Misteri, Dibunuh atau Bunuh Diri?

Saat Mujiman menyerang suyanti dengan pisau, tidak berhasil, sehingga Suyanti bisa memberikan perlawanan.

"Saat Mujiman akan melukai Suyanti dengan pisau, Suyanti memberikan perlawanan yang mengakibatkan tangan Suyanti terluka," katanya.

Suyanti dengan sisa-sisa tenaganya melawan dengan menggunakan palu yang sebelumnya digunakan Mujiman untuk melukainya.

"Suyanti yang mengalami luka akibat dipukul tidak berdaya, kemudian dengan sisa-sisa tenaganya Suyanti mengambil palu tersebut untuk melawan Mujiman," ucapnya.

Wanita Saksi Pembunuhan Juragan Jenang Dodol di Sukoharjo Diperiksa Polisi di Rumahnya

Setelah Suyanti melakukan perlawanan Suyanti berhasil keluar dari dalam mobil tersebut, dan ditolong Didik yang kebetulan melintas.

"Saat Suyanti keluar dari dalam mobil tersebut, Suyanti mengatakan Mujiman masih hidup," katanya.

Saat peristiwa itu terjadi, Suyanti sempat mengatakan kepada Mujiman "Saya jangan dibunuh, masalah hutang tidak dibayar tidak apa-apa, yang penting saya jangan mati di tanganmu".

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved