Angkatan 93 FH UNS Solo Gelar Reuni Perak Bernuansa Analog, Begini Keseruannya

Ratusan alumni Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (FH UNS) Solo Angkatan 1993 menggelar Reuni Perak bernuansa analog, Sabtu (12/1/2019).

Angkatan 93 FH UNS Solo Gelar Reuni Perak Bernuansa Analog, Begini Keseruannya
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Para peserta Reuni Perak Angkatan 93 Fakultas Hukum (FH) UNS Solo berfoto bersama, Sabtu (12/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ratusan alumni Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (FH UNS) Solo Angkatan 1993 menggelar Reuni Perak bernuansa analog, Sabtu (12/1/2019) pagi hingga siang di bekas kampus mereka.

Ketua Reuni Perak FH UNS 93, Harry Kurniawan, mengatakan ada 120 alumni yang hadir dalam kegiatan temu kangen ini.

"Setelah melewati 25 tahun kami menempuh ilmu di sini, hari ini kami bertemu kembali dalam acara Reuni Perak," kata Harry kepada TribunSolo.com, Sabtu (12/1/2019) sore.

Ia mengatakan reuni perak ini sebagai salah satu momen menjalin silaturahmi sambil mengenang masa-masa menjadi mahasiswa berjaket biru muda di FH UNS puluhan tahun  silam.

Reuni Perak Alumni Angkatan 93 Fakultas Hukum UNS Solo Dilengkapi Aksi Donor Darah

E-Flyer Reuni Perak Fakultas Hukum UNS Solo
E-Flyer Reuni Perak Fakultas Hukum UNS Solo bertema Analaog (TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO)

Uniknya, lanjut Harry, reuni ini mengusung tema “Analog Kuwi Jero ”.

"Jadi reuni perak ini membawa atmosfer masa nondigital dalam keseharian mahasiswa FH UNS 25 tahun yang lalu," terangnya.

Mereka bernostalgia dengan keriuhan yang ada melalui alat komunikasi Orari, latihan antre dan menggunakan koin terikat benang di pesawat telepon umum.

Kemudian mendengarkan musik melalui pita kaset, dan siaran radio yang menjadi teman akrab di kamar kos.

Para peserta Reuni Perak Angkatan 93 Fakultas Hukum (FH) UNS Solo berfoto bersama, Sabtu (12/1/2019).
Para peserta Reuni Perak Angkatan 93 Fakultas Hukum (FH) UNS Solo berfoto bersama, Sabtu (12/1/2019). (TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO)

"Dan kami cerita-cerita untuk bertahan hidup dengan keharusan mencari makan di warung makan tanpa sarana delivery seperti saat ini," ujar Harry Kurniawan.

Halaman
12
Penulis: Imam Saputro
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved